Presiden Prabowo Subianto tidak memberikan arahan khusus kepada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menahan kenaikan suku bunga kredit.

Penegasan tersebut disampaikan oleh CEO Danantara, Rosan Roeslani, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026).

>>> Meta Hadirkan Fitur Spesial Piala Dunia 2026 di Seluruh Aplikasinya

Pertemuan itu dihadiri oleh jajaran direksi dan komisaris Bank Mandiri, BRI, BNI, BSI, dan BTN.

Rosan Roeslani merespons pertanyaan wartawan mengenai kepastian instruksi penahanan suku bunga dengan jawaban singkat.

"Tidak ada. Tidak ada arahan seperti itu," kata Rosan Roeslani.

Meski demikian, Presiden menaruh perhatian besar pada akses pembiayaan yang terjangkau bagi masyarakat luas.

Fokus utama diarahkan pada sektor pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

>>> JPU Tuntut Mati Terdakwa Pembunuhan Lima Anggota Keluarga di Indramayu

"Hal-hal seperti itulah yang harus terus diperbaiki dan ditingkatkan efisiensinya sehingga walaupun ada kenaikan suku bunga, tetapi lending-nya ke masyarakat, kepada dunia usaha terutama UMKM itu tetap bisa terjaga di level yang baik," terang Rosan.

Rosan juga memaparkan data pertumbuhan penyaluran kredit perbankan nasional yang rata-rata tumbuh sekitar 15 persen dalam satu tahun terakhir.

Likuiditas dan dana pihak ketiga (DPK) juga mencatatkan peningkatan dalam kisaran dua digit dengan kualitas aset yang aman.

"Average NPL bank Himbara itu antara 0,9 persen sampai 1,8 persen pada saat ini," sebut Rosan.

Melalui pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menekankan agar bank BUMN tidak semata-mata berorientasi pada pencarian keuntungan finansial.

>>> I.League Pastikan Format Championship Musim Depan Tetap Sama

Bank-bank Himbara diharapkan aktif memperluas keterjangkauan akses pembiayaan bagi seluruh lapisan masyarakat.