Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tidak hanya mengejar laba, tetapi juga memperkuat peran bagi masyarakat.

Arahan itu disampaikan dalam pertemuan dengan pimpinan dan komisaris bank pelat merah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis malam.

>>> Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026 via NIK KTP

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan hal tersebut usai pertemuan.

"Tadi arahan Bapak Presiden kepada seluruh perbankan dan dewan komisaris bahwa perbankan tidak hanya mengejar laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya oleh masyarakat dalam bentuk pemerataan kesempatan bagi UMKM, sektor komersial, maupun korporasi," ujar Rosan.

Presiden juga menekankan optimisme terhadap prospek perekonomian Indonesia. Ia mendorong perbankan turut memperkuat akses pembiayaan di berbagai lapisan masyarakat.

Kapitalisasi Pasar Himbara Capai Rp1.100 Triliun

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar empat jam, Presiden menanyakan nilai kapitalisasi pasar lima bank BUMN.

Rosan menyebut nilai pasar Bank Mandiri sekitar Rp450 triliun, BRI sedikit di atas Rp450 triliun, BNI sekitar Rp200 triliun, serta BTN dan BSI turut berkontribusi.

>>> Bank Indonesia Naikkan Batas Pendanaan Luar Negeri Perbankan Jadi 40 Persen

"Jika dijumlahkan, totalnya sekitar Rp1.100 triliun atau sekitar 10 persen dari total kapitalisasi pasar di Indonesia," kata Rosan.

Menurutnya, besarnya nilai tersebut menunjukkan peran strategis Himbara dalam perekonomian nasional.

Sejumlah petinggi Himbara hadir, antara lain Dirut Bank Mandiri Riduan, Dirut BNI Putrama Wahju Setyawan, Dirut BRI Hery Gunardi, Dirut BTN Nixon L.

P. Napitupulu, dan Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy.

>>> Anthropic Integrasikan Claude Design dan Claude Code untuk Permudah Pengguna

Dari jajaran menteri, hadir Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta CIO Danantara Pandu Sjahrir.