Pelatih tim nasional Portugal, Roberto Martinez, mendapat kritik keras setelah keputusan taktisnya dianggap menyebabkan timnya hanya bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026 di Houston, Amerika Serikat, Kamis (18/6).

Martinez dinilai enggan menarik keluar kapten Cristiano Ronaldo yang tampil tidak efektif sepanjang pertandingan.

>>> Menteri ESDM Pastikan Pasokan Listrik Nasional Aman, Tak Ada Pemadaman

Statistik mencatat pemain berusia 41 tahun itu gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran selama 90 menit.

Kritik dari Tony Cascarino

Mantan pemain internasional Irlandia, Tony Cascarino, menilai keputusan Martinez lebih didasari faktor kedekatan personal daripada strategi olahraga. Ia mempertanyakan keberanian pelatih untuk melakukan pergantian demi kepentingan tim.

"Saya berusaha bersikap sebaik mungkin… tapi dia [Ronaldo] benar-benar tidak dalam performa terbaiknya.

Dia terlihat kehabisan tenaga, tidak memiliki kecepatan, bahkan tidak punya energi untuk mengejar bola," kata Cascarino kepada talkSPORT.

Cascarino menambahkan bahwa Ronaldo tidak memberikan kontribusi nyata bagi Portugal. Ia heran Martinez tetap mempertahankan penyerang Al-Nassr tersebut di lapangan.

"Dia tidak memberikan kontribusi apa pun bagi tim Portugal. Saya tidak percaya Martinez masih mempertahankannya.

Saya berpikir, 'Ini tugasmu—apakah dia hanya ingin tetap berteman dengan Ronaldo?' Kamu harus mengganti pemain.

Jika itu keputusan yang memperbaiki tim dan memberikan peluang terbaik untuk menang, kamu harus mengambilnya sebagai manajer," ujar Cascarino.

Thierry Henry Soroti Kedisiplinan Taktis

Legenda Arsenal, Thierry Henry, juga menyoroti kedisiplinan taktis Ronaldo yang dianggap terlalu fokus pada pencapaian individu sehingga mengganggu skema permainan kolektif tim.

>>> Kebiasaan Mengisi Daya Pengaruhi Usia Pakai Baterai Motor Listrik