Gaya berkendara irit atau eco driving semakin diminati saat harga BBM melonjak. Namun, efisiensi konsumsi bahan bakar tidak hanya ditentukan oleh cara mengemudi.

Faktor kesehatan mesin juga sangat berpengaruh. Banyak pengguna kendaraan belum menyadari bahwa performa mesin yang optimal menentukan tingkat keiritan BBM.

>>> Asing Borong Saham EMAS Rp 945 Miliar pada Sesi I di BEI

Perawatan komponen secara berkala menjadi kunci utama. Salah satu suku cadang vital adalah busi, yang meskipun kecil, memengaruhi kinerja mesin secara keseluruhan.

Peran Busi dalam Efisiensi BBM

Diko Oktaviano, Aftermarket Technical Support PT Niterra Mobility Indonesia (NMI) produsen NGK, menjelaskan bahwa busi berperan dalam efisiensi bahan bakar.

Namun, bukan satu-satunya faktor penentu.

"Pengaruhnya bisa terasa kecil kalau busi masih sehat, tapi ketika mulai bermasalah, baru terasa lebih boros," kata Diko, dikutip dari Otomotif.

>>> Allianz Indonesia Ungkap Inflasi Medis Picu Penyesuaian Premi Asuransi

Busi bertugas menjaga proses pembakaran di ruang mesin berjalan bersih dan sempurna. Hal ini mencegah endapan sisa yang dapat mengotori ruang bakar.

Sistem pembakaran yang sempurna membuat penggunaan bahan bakar lebih optimal. Ruang bakar yang bersih memastikan setiap tetes BBM menghasilkan daya kerja maksimal.

Secara teknis, efisiensi busi lebih berkaitan dengan kemampuan kendaraan menempuh jarak secara optimal. Kualitas material suku cadang juga turut menentukan efektivitas proses tersebut.

"Efisiensi dalam hal teknis busi bukan mengarah pada jumlah BBM yang dikeluarkan, tetapi optimalisasi jarak tempuh. Peran busi juga terkait materialnya," ucap Diko.

>>> Minum Teh Bisa Perpanjang Umur, Asal Hindari Kesalahan Umum Ini

Di sisi lain, pasokan bahan bakar nasional saat ini dalam kondisi aman. Pemerintah juga menegaskan harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak akan naik.