Chery Indonesia resmi memperkenalkan teknologi Chery Super Hybrid (CSH) untuk menjawab kebutuhan efisiensi biaya transportasi harian, terutama bagi pekerja di perkotaan.

Teknologi ini diklaim mampu menekan biaya penggunaan energi hingga sekitar Rp13 ribu per hari untuk mobilitas rutin sejauh 40 kilometer, dengan daya jelajah maksimum melebihi 1.200 kilometer.

>>> Sony Pictures Rilis Trailer Spider-Man: Brand New Day, Tom Holland Kembali sebagai Peter Parker

Simulasi Biaya Energi Harian

Vice Country Director Chery Business Unit, Budi Darmawan Jantania, mengatakan bahwa pihaknya ingin menghadirkan solusi efisiensi di tengah meningkatnya perhatian konsumen terhadap biaya mobilitas.

Manfaat efisiensi ini disimulasikan berdasarkan asumsi harga bahan bakar Rp16.250 per liter dan tarif listrik rumah tangga Rp1.700 per kWh pada model PHEV Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH.

Untuk perjalanan pulang-pergi 40 kilometer dengan mode listrik, estimasi biaya energi mencapai Rp13.878 per hari untuk Tiggo 8 CSH dan Rp13.073 per hari untuk Tiggo 9 CSH.

Sementara untuk perjalanan luar kota sejauh 240 kilometer, Tiggo 8 CSH membutuhkan biaya sekitar Rp159.513.

Pada Tiggo 9 CSH, dengan pengisian daya berkala setiap 120 km, seluruh jarak akhir pekan dapat ditempuh menggunakan mode listrik tanpa bensin dengan biaya Rp78.462.

Dalam penggunaan 1.200 kilometer per bulan, total biaya energi Tiggo 8 CSH diperkirakan Rp568.909, sedangkan Tiggo 9 CSH sekitar Rp392.199.

>>> Jeff Bezos: AI Justru Akan Buka Lebih Banyak Lowongan Kerja

Potensi penghematan bulanan dibandingkan kendaraan bensin konvensional berbiaya Rp1.397.500 mencapai Rp828.591 untuk Tiggo 8 CSH dan Rp1.005.301 untuk Tiggo 9 CSH.

Model HEV Juga Efisien

Tiggo Cross CSH sebagai model HEV memiliki konsumsi bahan bakar 20 km/liter dengan biaya Rp812,5 per kilometer.