BYD M6 DM (Dual Mode) resmi memasuki pasar Indonesia dan diprediksi akan mengubah peta persaingan di segmen kendaraan elektrifikasi, khususnya mobil hybrid.

Mobil ini dibanderol mulai dari Rp 298 juta untuk varian Standard, menjadikannya sebagai kendaraan plug-in hybrid (PHEV) termurah di Jakarta saat ini.

>>> Wamenekraf dorong pemasaran IP lokal lewat kolaborasi lintas sektor

Dengan harga tersebut, BYD M6 DM tidak hanya bersaing dengan sesama PHEV, tetapi juga berpotensi mengganggu pasar mobil hybrid konvensional dan bahkan kendaraan bermesin bensin murni.

Target Pasar dan Pesaing Utama

BYD M6 DM diprediksi akan menjadi pesaing serius bagi Wuling Darion dan Eksion PHEV, serta model hybrid populer lainnya seperti Toyota Veloz Hybrid, Zenix Hybrid, Suzuki Ertiga Hybrid, XL7 Hybrid, Honda Step WGN, dan Nissan Serena e-Power.

Segmen 7-seater, baik MPV maupun SUV, menjadi sasaran utama mobil ini. Konsumen yang mencari kendaraan keluarga dengan konsumsi bahan bakar efisien kini memiliki opsi baru yang lebih terjangkau.

Teknologi Dual Mode yang Efisien

BYD M6 DM mengusung teknologi Dual Mode (DM) yang berorientasi pada kendaraan listrik.

>>> Rebel Wolves dan Bandai Namco Rilis Game The Blood of Dawnwalker September 2026

Motor listrik menjadi penggerak utama, sementara mesin bensin 1.500 cc hanya aktif saat daya baterai menipis atau dibutuhkan akselerasi tambahan.

Sistem ini dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara seperti mobil listrik murni, namun dengan jangkauan lebih luas berkat dukungan mesin bensin.

BYD M6 DM tersedia dalam lima varian: Standard Rp 298 juta, Dynamic Rp 318 juta, Advanced Rp 360 juta, Superior Rp 380 juta, dan Superior Captain Rp 390 juta.

>>> Daftar Rating TV Nasional per Kamis, 18 Juni 2026: Terikat Janji Puncaki Daftar Program Paling Banyak Ditonton

Dengan kehadiran BYD M6 DM, persaingan di pasar mobil hybrid Indonesia dipastikan semakin ketat. Konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan kendaraan ramah lingkungan dengan harga yang lebih bersahabat.