Peruri: Pekerja Era Digital Wajib Miliki Kemampuan Berpikir Kritis
Direktur Digital Business Peruri Farah Fitria Rahmayati menegaskan bahwa penguasaan kecerdasan buatan (AI) saja tidak cukup untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Kemampuan berpikir kritis dan penyelesaian masalah menjadi kompetensi wajib bagi pekerja di era digital.
>>> Perbanas: 90% UMKM Belum Butuh Kredit Bank, Andalkan Modal Sendiri
Hal itu disampaikan Farah dalam ajang BRAVO 500 Summit 2026 di Jakarta.
Acara internasional yang digelar oleh XLSMART for Business itu dihadiri lebih dari 1.500 pemimpin perusahaan, regulator, institusi pendidikan, dan pelaku industri.
Mereka membahas percepatan transformasi digital nasional.
AI Bukan Segalanya
Menurut Farah, meskipun AI berperan penting dalam mempercepat pengolahan data dan mendukung pengambilan keputusan bisnis, kendali utama tetap berada di tangan manusia.
"AI mampu membantu mempercepat proses analisis dan memberikan berbagai rekomendasi berbasis data.
Namun pada akhirnya manusia tetap menjadi pihak yang menentukan bagaimana informasi tersebut digunakan untuk menyelesaikan permasalahan nyata," ujarnya.
>>> OJK Tetapkan Jeffrey Hendrik Jadi Direktur Utama BEI Periode 2026-2030
Pergeseran kebutuhan industri membuat perusahaan tidak lagi hanya fokus pada penguasaan teori dan keahlian teknis.
Sektor industri modern memerlukan sumber daya manusia yang mampu mengintegrasikan teknologi dengan analisis yang tajam.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Peruri merumuskan lima kompetensi utama yang wajib dikuasai generasi muda.
Kelima kompetensi itu adalah data literacy, AI literacy, digital product mindset, security and governance, serta critical thinking dan problem solving.
Penyiapan kompetensi ini memerlukan sinergi erat antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pihak swasta.
Sebagai GovTech Indonesia, Peruri berkomitmen memperkuat ekosistem digital nasional melalui inovasi teknologi, integrasi data, serta pemantapan keamanan digital.
>>> Swiss Bidik Kemenangan Perdana Lawan Bosnia di Piala Dunia 2026
Hal itu dilakukan untuk mencetak talenta lokal yang berdaya saing global.
Update Terbaru
IHSG Melemah 1,06 Persen Akibat Tekanan Sentimen Domestik dan Global
Kamis / 18-06-2026, 12:50 WIB
Saham PIK2 Melesat 6,23% di Sesi I Usai Pengumuman Private Placement
Kamis / 18-06-2026, 12:50 WIB
Kinerja Sucor AM Capai Rp47,22 Triliun pada Kuartal I 2026
Kamis / 18-06-2026, 12:50 WIB
Pertamina Gandeng Subholding Downstream Dorong Pasar UMKM di Jakarta Fair
Kamis / 18-06-2026, 12:50 WIB
Mendengkur Setiap Malam Bisa Ganggu Kesehatan Mental dan Daya Ingat
Kamis / 18-06-2026, 12:50 WIB
Pratinjau Meksiko vs Korsel: Berebut Kendali Grup A Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 12:50 WIB
Putin: Rusia dan ASEAN Dukung Sistem Tatanan Dunia yang Adil
Kamis / 18-06-2026, 12:50 WIB
Persija Jakarta Resmi Akhiri Kontrak Hanif Sjahbandi
Kamis / 18-06-2026, 12:50 WIB
Kaki Kiri Messi Diasuransikan Rp16 Triliun, Banyak yang Tak Tahu
Kamis / 18-06-2026, 12:49 WIB
King Nassar Gelar Konser Tunggal Perdana November 2026
Kamis / 18-06-2026, 12:49 WIB
Google Home Speaker dengan Gemini for Home Resmi Diperkenalkan
Kamis / 18-06-2026, 12:49 WIB
Cisco Luncurkan Cloud Control untuk Kolaborasi Manusia dan Agen AI
Kamis / 18-06-2026, 12:48 WIB
Pinnacle Investment Rekomendasikan Reksadana Pasar Uang Jelang Pengumuman BI
Kamis / 18-06-2026, 12:48 WIB
Wapres Gibran Berjanji Benahi Tata Kelola Makan Bergizi Gratis
Kamis / 18-06-2026, 12:48 WIB






