Tradisi Bertamu ke Rumah Tetangga Kian Pudar di Era Digital
Kebiasaan berkunjung ke rumah tetangga tanpa agenda mendesak atau undangan resmi kini semakin jarang dilakukan oleh masyarakat.
Fenomena ini merekam kegelisahan mengenai jarak sosial yang kian nyata di tengah lingkungan yang padat.
>>> IHCBS 2026 Siap Kupas Strategi Human Centric AI untuk Dongkrak Produktivitas Kerja
Kondisi kehidupan yang individualis dan bergerak cepat membuat rumah bergeser menjadi ruang privat yang tertutup. Hubungan antarwarga saat ini lebih sering dipelihara melalui layar gawai daripada interaksi langsung.
Kompasianer Julianda Boang Manalu menyadari situasi saat masyarakat tinggal di lingkungan padat yang rumahnya saling berdempetan, tetapi tidak mengenal orang di balik tembok tersebut.
Meski demikian, informasi mengenai nama, kabar, hingga info hajatan atau musibah tetap dapat diketahui.
Segala informasi sosial tersebut kini berpindah dan terangkum di dalam grup WhatsApp. Ruang digital ini mempermudah komunikasi dan mempercepat koordinasi warga.
"Tidak bisa dimungkiri, grup WhatsApp telah menjadi ruang sosial baru. Ia memudahkan komunikasi, mempercepat koordinasi, dan menghapus jarak.
Dalam satu pesan, puluhan bahkan ratusan orang bisa menerima informasi yang sama secara bersamaan," tulisnya.
Keterbatasan Energi Sosial di Tengah Ritme Modern
Kehidupan di wilayah pedesaan sering kali dibayangkan selalu hangat, terbuka, dan memiliki tradisi bertamu yang cair.
Namun, gambaran tersebut tidak sepenuhnya terjadi pada Kompasianer Anditya Wiganingrum yang bekerja sebagai guru dengan ritme modern.
Rumah yang sepi bukan berarti pemiliknya bersikap dingin kepada lingkungan sekitar. Kondisi itu menjadi konsekuensi dari energi yang sudah terkuras habis oleh tuntutan pekerjaan sehari-hari.
"Perbedaan ritme antara dunia pendidikan yang serba cepat dengan kehidupan desa yang santai menciptakan tembok transparan yang semakin tinggi antara saya dan lingkungan sosial yang komunal," tulis Kompasianer Anditya Wiganingrum.
Update Terbaru
OIKN Petakan 16 Instansi Prioritas untuk Pindah ke IKN
Jumat / 12-06-2026, 19:29 WIB
Alfa Romeo Tonale Dilaporkan Akan Dihentikan Produksinya pada 2027
Jumat / 12-06-2026, 19:29 WIB
Chrysler Yakin Platform STLA One Jadi Kunci Ekspansi
Jumat / 12-06-2026, 19:29 WIB
Kontroversi Kontribusi Penerima Beasiswa LPDP: Antara Kepulangan Fisik dan Jaringan Global
Jumat / 12-06-2026, 19:28 WIB
Putri Kerajaan Thailand Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia
Jumat / 12-06-2026, 19:28 WIB
Transformasi Layanan KAI Jadi Rujukan Sektor Publik
Jumat / 12-06-2026, 19:28 WIB
Komdigi Imbau Publik Saring Informasi Sebelum Dibagikan
Jumat / 12-06-2026, 19:28 WIB
Kawasaki Indonesia Jual Skuter Matik Modenas Brusky 125 di PRJ 2026
Jumat / 12-06-2026, 19:27 WIB
Kelola THR dengan Budget Map agar Keuangan Pascalebaran Tetap Aman
Jumat / 12-06-2026, 19:26 WIB
AS Berpotensi Hadapi Iran di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 19:26 WIB
Kang Ye Won Ungkap Pernah Undang 40 Aktor Pria ke Pesta Ulang Tahunnya
Jumat / 12-06-2026, 19:25 WIB
TVRI Siarkan Gratis 104 Pertandingan Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 19:25 WIB
Telkomsel Raih Dua Penghargaan di Twimbit Telecom Awards 2026
Jumat / 12-06-2026, 19:25 WIB
Alphonso Davies Dipastikan Absen Lawan Bosnia-Herzegovina
Jumat / 12-06-2026, 19:25 WIB






