Desakan Projustisia Kudatuli: Komnas HAM Diminta Tuntaskan Kasus

Peristiwa penyerangan 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Kudatuli telah genap berlalu selama tiga puluh tahun.
Amnesty International Indonesia menilai negara hingga kini belum mampu menghadirkan keadilan bagi para korban dan keluarga korban.
>>> Koalisi Sipil Desak Pengusutan Transparan Kematian Sutrimo Lewat LPSK
Dugaan impunitas tersebut memicu desakan agar Komnas HAM segera menggelar penyelidikan projustisia.
Desakan Penyelidikan Projustisia dan Bukti Baru
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyatakan ada indikasi fakta baru terkait lokasi kuburan jenazah korban.
Investigasi pada makam korban tak dikenal dari kerusuhan tersebut dinilai dapat menjadi kunci untuk mengonfirmasi keberadaan korban.
Komnas HAM diminta menjalankan mandat Undang-Undang Pengadilan HAM secara transparan serta mempublikasikan perkembangannya.
Selain itu, DPR juga didorong untuk segera mengusulkan pembentukan Pengadilan HAM ad hoc atas kasus penyerangan kantor PDI tersebut.
Catatan Pelanggaran HAM Berat dan Tuntutan Pengadilan
Komnas HAM sebelumnya telah menyimpulkan enam bentuk pelanggaran HAM serius dalam peristiwa berdarah di Jalan Diponegoro itu.
>>> Mitchell Baker Si Tower Garuda Tampil Mematikan di Piala AFF 2026
Beberapa pelanggaran tersebut mencakup kebebasan berkumpul, rasa takut, perlakuan keji, serta perlindungan jiwa dan harta benda.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto turut meminta pemerintah membuka kembali penyelidikan yustisial dan pengadilan koneksitas.
Megawati Soekarnoputri berpesan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan kewajiban moral negara berpancasila terhadap warganya.
Kronologi dan Proses Hukum Masa Lalu
Peristiwa Kudatuli sendiri bermula dari penyerbuan kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro Jakarta yang dikendalikan pendukung Megawati Soekarnoputri oleh kelompok pendukung Soerjadi.
Berdasarkan laporan awal Amnesty International pada 30 Juli 1996, tercatat antara 206 hingga 241 orang ditangkap aparat keamanan usai penyerangan tersebut.
Update Terbaru
Nostalgia Game PS2 Seru yang Paling Ikonik dan Berkesan di Masanya
Selasa / 28-07-2026, 03:50 WIB
Daftar Harga dan Varian Warna Skin StarLight Aulus Edisi Agustus 2026
Selasa / 28-07-2026, 03:50 WIB
Shinichiro Sano: Fakta Unik Pendiri Black Dragon Tokyo Revengers
Selasa / 28-07-2026, 03:49 WIB
Panduan Lengkap Mendapatkan Uang di GTA 5 Tanpa Cheat Instan
Selasa / 28-07-2026, 03:43 WIB
Google Pixel 11 Tanpa RAM 16GB Bisa Jadi Solusi Cegah Harga Naik
Selasa / 28-07-2026, 03:42 WIB
YouTube Premium Hadirkan Akses Peacock Gratis untuk Pengguna di Amerika Serikat
Selasa / 28-07-2026, 03:35 WIB
Konsep Berpikir Komputasional Kelas 9 dan Struktur Data
Selasa / 28-07-2026, 03:35 WIB
Strategi Memilih Mapel TKA Jurusan Teknik Guna Lolos SNBP 2027
Selasa / 28-07-2026, 03:35 WIB
Gaya Bahasa Perkenalan Wali Murid Islami yang Hangat dan Ramah
Selasa / 28-07-2026, 03:28 WIB
Rangkuman Materi Prakarya Kelas 7 SMP Kurikulum Merdeka Terbaru
Selasa / 28-07-2026, 03:28 WIB
Main Game Penghasil Uang 2026 Ini Bisa Tarik Saldo DANA Gratis
Selasa / 28-07-2026, 03:28 WIB
Bukti Baru Ungkap Nolan Wells Masih Berada di Horn Island Saat Perahu Rekannya Berangkat
Selasa / 28-07-2026, 03:14 WIB
Kasus D4vd: Pesan Teks Ungkap Ancaman Pembunuhan dari Celeste Rivas
Selasa / 28-07-2026, 03:14 WIB
BanG Dream! YUME∞MITA Episode 6 Bawa Alur Cerita ke Arah Berbeda
Selasa / 28-07-2026, 03:07 WIB







