Megawati Ungkap Sejarah Kelam Kudatuli saat Resmikan Monumen
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli di kantor DPP PDIP, Menteng 58, Jakarta Pusat, pada Senin (27/7).
Peresmian itu bertepatan dengan peringatan 30 tahun peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 yang dikenal sebagai Kudatuli.
>>> 5 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Kucing Semakin Sayang Pemiliknya
Acara dihadiri sejumlah pengurus pusat PDIP dan tamu undangan, seperti eks Menko Polhukam Mahfud MD, advokat Todung Mulya Lubis, serta putri Wakil Presiden pertama Muhammad Hatta, Khalida Hatta dan Meutya Hatta.
"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Monumen Kudatuli ini atau peristiwa 27 Juli pada 30 tahun yang lalu, saya resmikan," ujar Megawati.
Kudatuli dikenang sebagai sejarah kelam di akhir kepemimpinan Presiden Soeharto. Peristiwa itu dipicu oleh dualisme kepemimpinan PDI antara Megawati dan Soerjadi yang merupakan proksi pemerintah.
Soeharto yang gusar dengan popularitas Megawati menggelar kongres tandingan di Medan pada Juni 1996 dan menetapkan Soerjadi sebagai ketua umum.
>>> Tanpa Justin Hubner, Siapa Bek Kiri Andalan Timnas Indonesia Vs Kamboja?
Megawati sebagai ketua umum yang sah menolak kongres tersebut dan mempertahankan kantor partai.
Sebulan setelah kongres, Kudatuli pecah.
Soerjadi mengerahkan massa pendukungnya dibantu pemerintah dan aparat militer untuk mengambil alih kantor PDIP di Jalan Menteng Nomor 58.
>>> Aktor Link di Film Zelda Akui Tak Bisa Main Breath of the Wild Saat Rilis karena Masih Kecil
Menurut temuan Komnas HAM, lima orang meninggal selama kerusuhan, 149 cedera, 23 orang hilang, dan 136 ditahan.
Dalam acara tersebut, Megawati mengaku tak pernah melupakan insiden penyerangan kantor partainya. Dia menyerukan agar semangat perjuangan rakyat dalam peristiwa itu terus dijaga.
Presiden kelima RI itu menilai Monumen Kudatuli sebagai buah dari kesabaran revolusioner. "Apa arti kesabaran revolusioner?
Adalah kalau kita terbentur oleh penghalang, maka kita tidak jangan berdiam diri. Kita pergilah perlahan-lahan untuk menghindarinya.
>>> Eks Eksekutif Netflix Gugat Perusahaan Usai Dipecat karena Ungkap Terapi Ketamin
Kesemuanya itu sebenarnya harus diajarkan kepada para rakyat kita di mana pun mereka berada," katanya.
Update Terbaru
Truk Trailer Tabrak Rumah Warga di Pasuruan, Tiga Tewas dan Dua Luka Berat
Senin / 27-07-2026, 20:14 WIB
Etomidate: Bareskrim Bekuk Kasat Narkoba Tangsel dan 5 Anggota
Senin / 27-07-2026, 20:14 WIB
Gaikindo Bantah Tudingan Hambat Transisi Mobil Listrik di Indonesia
Senin / 27-07-2026, 20:14 WIB
Eks Sekutu Tantang Netanyahu di Pemilu Israel, Elektabilitas Unggul
Senin / 27-07-2026, 20:14 WIB
Ahmad Luthfi Luncurkan Satgas PHK dan Turunkan Tarif Trans Jateng untuk Buruh
Senin / 27-07-2026, 20:07 WIB
Prabowo Panggil KSSK Bahas Ekonomi Usai Perry Warjiyo Mundur dari BI
Senin / 27-07-2026, 20:07 WIB
Infantino Minta Maaf pada Pengkritik Piala Dunia 2026 yang 'Melewatkan Kegembiraan
Senin / 27-07-2026, 20:07 WIB
Ekshumasi Jenazah Terduga Pencuri Ayam di Bali, Polisi Cari Penyebab Kematian
Senin / 27-07-2026, 20:07 WIB
Kemenkes Rilis Data 1.183 Kasus HIV pada Anak dan Remaja di Sidoarjo Selama 25 Tahun
Senin / 27-07-2026, 20:00 WIB
Momen Mencekam Gunung Es Raksasa Terbalik di Greenland Terekam Kamera
Senin / 27-07-2026, 20:00 WIB
Polisi Bawa Tiga Bungkusan dari Klinik Mordent ke Labfor Usai Olah TKP Sutrimo
Senin / 27-07-2026, 20:00 WIB
Italia: Api Melahap Semenanjung Gargano, Ratusan Turis Mengungsi
Senin / 27-07-2026, 20:00 WIB
BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG karena Langgar Aturan
Senin / 27-07-2026, 19:56 WIB
Ribka Haluk Dorong Kepemimpinan Perempuan Transformatif di Daerah
Senin / 27-07-2026, 19:56 WIB







