Kemenkes Rilis Data 1.183 Kasus HIV pada Anak dan Remaja di Sidoarjo Selama 25 Tahun
Kementerian Kesehatan RI merilis data resmi menyusul unggahan viral yang menyebut 522 anak dan remaja di Sidoarjo, Jawa Timur, terpapar HIV/AIDS.
Dalam rilis pada Sabtu (25/7), Kemenkes menyatakan peningkatan kasus yang ditemukan merupakan hasil perluasan layanan deteksi dini, bukan semata-mata peningkatan penularan.
>>> Momen Mencekam Gunung Es Raksasa Terbalik di Greenland Terekam Kamera
Data Kumulatif 2001–2026
Secara kumulatif, terdapat 1.183 orang dengan HIV (ODHIV) pada kelompok usia 0–24 tahun di Sidoarjo selama 25 tahun terakhir.
Pada kelompok usia 0–10 tahun tercatat 117 kasus, seluruhnya merupakan penularan vertikal dari ibu ke anak.
Dari 117 kasus tersebut, 32 anak masih hidup dan menjalani pengobatan antiretroviral, 35 anak meninggal, dan 50 anak lost to follow-up (LFU).
Kelompok usia 11–17 tahun mencatat 60 kasus HIV, dengan 4 kasus penularan vertikal dan 56 kasus horizontal.
Hingga Juni 2026, 34 remaja masih dalam pengobatan, 7 meninggal, dan 19 berstatus LFU.
>>> Polisi Bawa Tiga Bungkusan dari Klinik Mordent ke Labfor Usai Olah TKP Sutrimo
Pada usia 18–24 tahun, terdapat 1.006 kasus HIV, dengan 1.005 kasus penularan horizontal.
Sebanyak 521 kasus ditemukan pada populasi homoseksual, 210 pada populasi dengan faktor risiko belum teridentifikasi, 60 pada ibu hamil, dan 44 pada pasien tuberkulosis.
Sisanya berasal dari pasangan berisiko tinggi, pasangan ODHIV, pekerja seks, dan kelompok lainnya.
Dari kelompok usia ini, 572 orang masih menjalani pengobatan, 123 meninggal, dan 311 LFU.
Tindak Lanjut Kemenkes
Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes melakukan supervisi program HIV di Sidoarjo untuk mengklarifikasi data yang beredar.
Kemenkes juga memperkuat layanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA).
Update Terbaru
PNM Tanam 22 Ribu Mangrove Serentak di 18 Titik Pesisir Indonesia
Senin / 27-07-2026, 20:35 WIB
Samsung Wallet Siap Terima Stablecoin, Langkah Besar Pembayaran Kripto di Ponsel
Senin / 27-07-2026, 20:35 WIB
Sekolah Dinas Ikatan Dinas vs Non-Ikatan: Mana yang Pasti Jadi PNS?
Senin / 27-07-2026, 20:35 WIB
Bell's Palsy Bukan Strok, Kenali Gejala Khas pada Wajah
Senin / 27-07-2026, 20:35 WIB
Komisi XI Masih Menunggu Penugasan Bamus untuk Uji Kelayakan Calon Gubernur BI
Senin / 27-07-2026, 20:28 WIB
Longsor di Morowali Utara: 2.104 Jiwa Terisolir, Akses Jalan Putus
Senin / 27-07-2026, 20:28 WIB
Kuwait dan Bahrain Kirim Jet Tempur Serang Target di Iran
Senin / 27-07-2026, 20:28 WIB
Ayah dan Anak Tewas di Palu, Istri Kritis Akibat Pembunuhan
Senin / 27-07-2026, 20:28 WIB
Pemusnahan 312 Ton MBM Berporcine, Tiga Lembaga Negara Tindak Tegas Pelanggaran Halal
Senin / 27-07-2026, 20:21 WIB
Bantuan Top-up Gaji PNS: Mendagri Minta Pemda Efisien Dulu
Senin / 27-07-2026, 20:21 WIB
Pemukim Israel Serang Desa di Tepi Barat, Bakar Dua Masjid dan Rumah Warga
Senin / 27-07-2026, 20:21 WIB
Vietnam Sembunyikan 'Badai Bola Mati' untuk Hadapi Indonesia di Piala AFF 2026
Senin / 27-07-2026, 20:21 WIB
Truk Trailer Tabrak Rumah Warga di Pasuruan, Tiga Tewas dan Dua Luka Berat
Senin / 27-07-2026, 20:14 WIB
Etomidate: Bareskrim Bekuk Kasat Narkoba Tangsel dan 5 Anggota
Senin / 27-07-2026, 20:14 WIB







