Bantuan Top-up Gaji PNS: Mendagri Minta Pemda Efisien Dulu
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyiapkan skema top-up anggaran bagi pemerintah daerah yang kesulitan membayar belanja pegawai, termasuk gaji aparatur sipil negara (ASN).
Namun, bantuan tersebut baru akan diberikan setelah pemerintah pusat menyelesaikan proses rekonsiliasi data bersama Kementerian Keuangan.
>>> Pemukim Israel Serang Desa di Tepi Barat, Bakar Dua Masjid dan Rumah Warga
Tito menegaskan tidak ada opsi bagi pemda untuk merumahkan pegawai atau menunda pembayaran gaji PNS akibat keterbatasan anggaran.
"Saya sudah menyampaikan pernyataan bahwa tidak ada opsi untuk, tidak boleh ada opsi untuk merumahkan atau tidak membayar pegawainya," ujarnya di Jakarta, Senin (27/7).
Sebelum mengajukan bantuan, Tito meminta seluruh pemda melakukan efisiensi belanja terlebih dahulu.
Menurut dia, masih terdapat sejumlah daerah yang memiliki ruang untuk memangkas belanja operasional maupun biaya pemeliharaan.
>>> Vietnam Sembunyikan 'Badai Bola Mati' untuk Hadapi Indonesia di Piala AFF 2026
Contohnya, hasil evaluasi di Kota Tidore Kepulauan menunjukkan pos belanja operasional dan pemeliharaan masih bisa disederhanakan untuk menutup kekurangan anggaran belanja pegawai.
Selain efisiensi, Tito juga mendorong daerah meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Ia mencontohkan Kota Pekanbaru yang berhasil menaikkan PAD dari Rp800 miliar pada 2024 menjadi Rp1,2 triliun pada 2025 melalui penyederhanaan birokrasi pembayaran pajak dan retribusi.
>>> Truk Trailer Tabrak Rumah Warga di Pasuruan, Tiga Tewas dan Dua Luka Berat
Tito juga meminta Kementerian Keuangan mempercepat penyaluran dana bagi hasil (DBH) bagi daerah yang masih memiliki hak penerimaan.
Skema top-up akan menjadi opsi terakhir apabila daerah telah melakukan efisiensi, tidak memiliki ruang peningkatan PAD, serta tidak memperoleh DBH yang cukup.
Saat ini, Kemendagri dan Kemenkeu masih melakukan rekonsiliasi data untuk menentukan daerah yang benar-benar membutuhkan tambahan anggaran.
Tito belum bersedia mengungkap jumlah daerah yang berpotensi menerima top-up maupun besaran anggarannya.
>>> Etomidate: Bareskrim Bekuk Kasat Narkoba Tangsel dan 5 Anggota
Pemerintah menargetkan proses pencocokan data dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu.
Update Terbaru
Olmo Tolak Maaf Ayala: Tak Perlu Minta Maaf Jika Tak Akui Perbuatan
Senin / 27-07-2026, 20:56 WIB
Proses Penunjukan Gubernur BI Definitif Tunggu Mekanisme UU, Ini Kata Pjs
Senin / 27-07-2026, 20:56 WIB
Kaesang Siap Maju Caleg dari Dapil Solo, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Senin / 27-07-2026, 20:56 WIB
Pendekatan MDT dan PET-CT Jadi Kunci Penanganan Kanker Payudara yang Tepat Sasaran
Senin / 27-07-2026, 20:56 WIB
297 Atlet Muda Bertanding di Kejurnas Angkat Besi Pupuk Indonesia 2026
Senin / 27-07-2026, 20:49 WIB
Penembakan di Festival Bite of Seattle Tewaskan Dua Orang, Empat Luka-luka
Senin / 27-07-2026, 20:49 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Sekolah Rakyat Sragen, Dorong Siswa Manfaatkan Fasilitas
Senin / 27-07-2026, 20:49 WIB
Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan, Minta Status Tersangka Digugurkan
Senin / 27-07-2026, 20:49 WIB
Kiper Kamboja Yakin 200 Persen Kalahkan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Senin / 27-07-2026, 20:42 WIB
Ganjar Tanggapi Santai Kaesang Maju di Dapil Puan: Jateng Tetap Kandang Banteng
Senin / 27-07-2026, 20:42 WIB
Perry Warjiyo Kirim Surat, Tak Bertemu Prabowo Langsung Saat Mundur dari BI
Senin / 27-07-2026, 20:42 WIB
Lodewyk Kirim Surat ke Hakim, Minta Hadir Sidang Praperadilan MBG
Senin / 27-07-2026, 20:42 WIB
PNM Tanam 22 Ribu Mangrove Serentak di 18 Titik Pesisir Indonesia
Senin / 27-07-2026, 20:35 WIB
Samsung Wallet Siap Terima Stablecoin, Langkah Besar Pembayaran Kripto di Ponsel
Senin / 27-07-2026, 20:35 WIB







