Penanganan kanker payudara membutuhkan strategi yang disesuaikan dengan karakteristik penyakit setiap pasien. Pendekatan personalized treatment menjadi kunci agar terapi yang diberikan tepat sasaran.

Di Mayapada Hospital, dokter dari berbagai bidang keahlian berkolaborasi dalam Multidisciplinary Team (MDT) untuk mengevaluasi kondisi pasien sebelum menentukan rencana terapi.

>>> 297 Atlet Muda Bertanding di Kejurnas Angkat Besi Pupuk Indonesia 2026

Tim ini terdiri dari dokter bedah onkologi, onkologi medik, radioterapi, radiologi, patologi anatomi, kedokteran nuklir, dan spesialis terkait lainnya.

Peran PET-CT dalam Diagnosis dan Evaluasi

Dr. Bajuadji, Sp.

B(K)Onk, MARS dari Mayapada Hospital Tangerang menjelaskan bahwa pemahaman menyeluruh terhadap kondisi pasien menjadi langkah awal yang penting.

Informasi mengenai apakah kanker masih terbatas di payudara atau sudah menyebar sangat menentukan strategi pengobatan.

Pemeriksaan PET-CT Scan memberikan gambaran aktivitas kanker secara menyeluruh. Menurut dr. Lim Andreas, Sp.

KN dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, hasil PET-CT membantu tim dokter menentukan stadium kanker, terutama pada kasus risiko tinggi atau saat ada kecurigaan penyebaran ke organ lain.

>>> Penembakan di Festival Bite of Seattle Tewaskan Dua Orang, Empat Luka-luka

PET-CT dapat mendeteksi keterlibatan kelenjar getah bening serta penyebaran ke tulang, paru-paru, dan hati yang mungkin tidak terlihat pada pemeriksaan konvensional.

Informasi ini menjadi dasar penting dalam menyusun strategi pengobatan.

Kolaborasi MDT untuk Keputusan Terapi yang Komprehensif

Jika kanker masih terlokalisasi, pasien dapat dipertimbangkan untuk operasi.

Sebaliknya, jika sudah menyebar, tim dokter akan merekomendasikan kemoterapi, terapi target, imunoterapi, atau terapi sistemik lainnya sebelum operasi.

PET-CT juga berperan dalam mengevaluasi respons terhadap pengobatan.

>>> Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Sekolah Rakyat Sragen, Dorong Siswa Manfaatkan Fasilitas