Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menargetkan produksi minyak dari sumur rakyat dapat menambah capaian produksi migas Aceh pada tahun 2026.

Upaya ini diperlukan untuk menutupi ketertinggalan produksi akibat gangguan operasional di sejumlah wilayah kerja yang terdampak banjir selama tiga bulan.

>>> Kasus Kredivo-KrediFazz, OJK Diminta Perketat Aturan Penagihan Utang

Wakil Kepala BPMA, Nizar Saputra, menyatakan bahwa sumur rakyat yang telah dilegalkan dan diverifikasi diharapkan dapat dicatat sebagai bagian dari produksi BPMA.

Hal ini penting untuk mengejar ketertinggalan yang terjadi akibat banjir tersebut.

BPMA telah menetapkan target produksi migas gabungan sebesar 10.519 barel setara minyak per hari (BOEPD) untuk tahun 2026.

Target ini terdiri dari 1.876 barel minyak per hari (BOPD) dan 48,40 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).

>>> Honor Band 11 Buka Pre-order, Model Pro GPS Hadir dengan Fitur Baru

Target produksi minyak tahun 2026 ini lebih tinggi dibandingkan target tahun sebelumnya yang hanya 1.665 BOPD.

Namun, Nizar mengakui bahwa target produksi tahun berjalan kemungkinan sulit tercapai karena kehilangan produksi akibat banjir tidak dapat sepenuhnya dikejar.

Nizar menjelaskan bahwa tambahan produksi dari sumur rakyat hanya akan menopang sektor minyak. Kekurangan produksi gas tidak dapat digantikan karena membutuhkan infrastruktur dan proses penanganan yang berbeda.

Potensi dan Verifikasi Sumur Rakyat

Potensi produksi dari sumur rakyat di Aceh diperkirakan mencapai 1.000 hingga 1.500 BOPD.

>>> Vivo T5e Meluncur di India, Smartphone Budget dengan Baterai 5500mAh

Angka ini masih merupakan hitungan kasar berdasarkan laporan produksi puncak masyarakat dan belum dapat dicatat sebagai produksi resmi sebelum proses verifikasi selesai.

Untuk tahap awal, BPMA memprioritaskan sumur rakyat di Aceh Timur yang dikelola oleh Koperasi Tata Seramo Peureulak.

Minyak dari sumur ini direncanakan akan diserap oleh PT Medco Energi Internasional Tbk.

Sementara itu, PT Pema Global Energi akan menangani produksi dari sumur rakyat di Aceh Utara dan kemungkinan Bireuen.

>>> Qualcomm Naikkan Harga Chip Mulai September, Dampak ke Perangkat Elektronik

Proses verifikasi lokasi, jumlah, serta kepemilikan sumur bersama kepolisian, koperasi, dan kontraktor kontrak kerja sama ditargetkan selesai paling cepat pada akhir Agustus 2026.