Kecepatan berbicara seseorang kini dapat menjadi penanda potensial untuk mendeteksi penurunan kognitif dini, bahkan sebelum gejala penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer muncul.

Sebuah tim peneliti di University of Toronto menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis pola bicara 125 orang dewasa sehat berusia 18 hingga 90 tahun.

>>> Hirup Aroma Saat Tidur Tingkatkan Memori Hingga 226% Menurut Studi

Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi kuat antara kecepatan berekspresi dengan penurunan fungsi eksekutif otak.

Eksperimen Tes Gangguan Gambar-Kata

Untuk memahami lebih dalam, para peneliti melakukan eksperimen menggunakan tes gangguan gambar-kata. Peserta diperlihatkan gambar objek sehari-hari sambil mendengar kata yang terkadang berhubungan dan terkadang tidak.

>>> Industri AI Hadapi Gelombang Kebencian Publik Akibat Tindakan Buruk

Dengan mengukur waktu respons peserta, studi ini mendapati adanya perlambatan proses kognitif pada orang dewasa yang lebih tua.

Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan kecepatan bicara bisa mencerminkan penurunan kognitif yang lebih luas.

>>> Minyak Esensial Pepermin Berpotensi Turunkan Tekanan Darah Tinggi

Teknologi pemrosesan bahasa alami (natural language processing) yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kemajuan signifikan dibandingkan studi sebelumnya yang hanya fokus pada perubahan bahasa tokoh publik yang didiagnosis demensia.

Alat baru ini memungkinkan deteksi perubahan pola bicara secara otomatis dan sistematis, berpotensi bertahun-tahun sebelum gejala parah terlihat.

>>> Debu Kosmik Ungkap Keberadaan Asteroid Tak Dikenal, Apa Artinya?

Dengan demikian, kecepatan bicara sehari-hari dapat menjadi penanda kesehatan kognitif yang penting, meskipun seringkali terabaikan.