Para pemimpin industri kecerdasan buatan (AI) menghadapi penolakan publik yang semakin meluas. Upaya terbaru melalui iklan komersial dari laboratorium AI ternama tampaknya tidak mampu meredam ketidakpuasan masyarakat.

Meta meluncurkan iklan 60 detik yang menekankan 'masa depan untuk semua', sementara Anthropic menampilkan iklan Claude yang menjanjikan 'harapan dalam pertanyaan sulit'.

>>> Minyak Esensial Pepermin Berpotensi Turunkan Tekanan Darah Tinggi

Namun, pesan-pesan ini dinilai sebagai upaya populis palsu oleh sebagian besar publik.

Penolakan ini muncul seiring dengan meningkatnya kesadaran akan biaya AI, termasuk inflasi, polusi dari pusat data, kekhawatiran kehilangan pekerjaan, dan isu kesehatan mental.

Data dari Pew Research menunjukkan 40 persen orang dewasa di AS memprediksi AI akan berdampak negatif pada masyarakat.

>>> Debu Kosmik Ungkap Keberadaan Asteroid Tak Dikenal, Apa Artinya?

Sebanyak 31 persen responden juga khawatir tentang konsekuensi pribadi AI dalam 20 tahun ke depan.

Ketidakpuasan terhadap AI juga meluas ke infrastruktur pendukungnya.

Jajak pendapat Gallup mengungkapkan tiga perempat orang dewasa AS menentang pembangunan pusat data hyperscale di dekat tempat tinggal mereka.

>>> Manfaat Jalan Kaki Setelah Makan: Dampak Positif bagi Tubuh

Dewan kota semakin menghadapi tekanan dari pemilik lahan yang menolak kehadiran pusat data AI, yang berdampak pada pengembangan industri ini.

Protes terhadap perusahaan AI pun marak terjadi di berbagai wilayah.

Selain itu, muncul gerakan perlawanan terhadap kamera pengawas dan drone yang terintegrasi dengan AI. Di beberapa kota, warga berhasil menghalangi upaya pengawasan polisi yang menggunakan teknologi tersebut.

>>> 90% Penderita Hepatitis di Indonesia Tak Sadar Terinfeksi, Kemenkes Ungkap Tantangan Eliminasi

Bagi eksekutif teknologi, memenangkan kembali kepercayaan publik membutuhkan lebih dari sekadar kampanye iklan. Perlu ada solusi nyata untuk mengatasi kekhawatiran yang ada.