Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperketat pengawasan terhadap penggunaan debt collector pihak ketiga di industri layanan buy now pay later (BNPL).

Maraknya kasus penagihan yang bermasalah mengindikasikan bahwa pengawasan terhadap mitra penagihan belum berjalan optimal.

>>> Honor Band 11 Buka Pre-order, Model Pro GPS Hadir dengan Fitur Baru

Tanggung Jawab Perusahaan Pembiayaan

Heru menegaskan bahwa perusahaan pembiayaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas tindakan debt collector dengan alasan pelanggaran dilakukan oleh vendor.

Dari perspektif konsumen, seluruh proses penagihan tetap menjadi tanggung jawab penyelenggara layanan.

Ia mengusulkan agar OJK memperketat pengawasan dan ketentuan mengenai penggunaan debt collector pihak ketiga, mengingat pelanggaran yang terus berulang.

>>> Vivo T5e Meluncur di India, Smartphone Budget dengan Baterai 5500mAh

Penegakan aturan yang konsisten diperlukan untuk memberikan efek jera. Perusahaan pembiayaan wajib bertanggung jawab atas tindakan mitra penagihnya, tanpa alasan pelanggaran oleh vendor.

Akar persoalan diduga terletak pada orientasi pencapaian target penagihan yang belum diimbangi pengawasan memadai terhadap pihak ketiga. Sanksi yang ada juga dinilai belum cukup memberikan efek jera.

Perusahaan didorong untuk memperketat proses seleksi, pelatihan, sertifikasi, hingga audit terhadap debt collector.

>>> Qualcomm Naikkan Harga Chip Mulai September, Dampak ke Perangkat Elektronik

Perlindungan konsumen harus menjadi bagian dari tata kelola perusahaan, bukan sekadar tertuang dalam perjanjian kerja sama.

Sorotan terhadap praktik penagihan BNPL menguat setelah OJK memanggil PT Kredivo Finance Indonesia (Kredivo) dan PT KreditFazz Digital Indonesia (KrediFazz) terkait dugaan pelecehan seksual oleh petugas penagihan.

Menanggapi kasus tersebut, Kredivo dan KrediFazz menyatakan telah menghentikan kerja sama dengan petugas penagihan yang bersangkutan dan melanjutkan investigasi internal.

>>> Wendy Red Velvet Jadi Sorotan, Penampilannya Disebut Terlalu Kurus

Kredivo memastikan kualitas pembiayaan mereka tetap terjaga, dengan rasio non-performing loan (NPL) yang masih berada di bawah ambang batas ketentuan OJK.