Eks Insinyur VW Didakwa Insider Trading Saham Rivian dan Cari Batas Waktu Hukum
Dua mantan insinyur Volkswagen Group menghadapi dakwaan serius dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat terkait dugaan perdagangan orang dalam atau insider trading.
Kedua pria tersebut dituduh memanfaatkan informasi rahasia mengenai rencana usaha patungan antara Volkswagen dan produsen kendaraan listrik Rivian sebelum diumumkan ke publik.
>>> BMW X5 L dan iX5 L Meluncur di China, Kabin Mewah dengan Layar 8K
Berdasarkan keterangan pihak berwenang, Michael Stamp dan Marcus Plank diduga membeli saham serta opsi Rivian sebelum kerja sama resmi diumumkan pada tanggal 26 Juni 2024.
Aksi tersebut dilaporkan menghasilkan keuntungan ilegal lebih dari 300.000 dolar Amerika Serikat setelah harga saham Rivian melonjak drastis usai pengumuman resmi.
>>> Pemilik Zeekr 9X Terkunci 30 Jam Usai Tinggalkan China, Ini Penyebabnya
Jaksa penuntut umum menyatakan bahwa Stamp diduga mencatat keuntungan sekitar 250.000 dolar Amerika Serikat, sementara Plank meraup sekitar 50.000 dolar Amerika Serikat.
Selain itu, Plank juga dituduh membagikan informasi rahasia tersebut kepada seorang anggota keluarga dekat yang turut meraup keuntungan sekitar 12.000 dolar Amerika Serikat.
Jaksa meyakini kedua pelaku menyadari tindakan melanggar hukum yang mereka lakukan berdasarkan rekam jejak pencarian digital menjelang pengumuman kerja sama.
>>> Suzuki Brezza Facelift Hadir dengan Mesin Turbo 1.0 Lebih Bertenaga, Harga Mulai Rp120 Jutaan
Stamp kedapatan mencari istilah hukum mengenai batas waktu kasus insider trading hanya delapan hari sebelum perusahaan mengumumkan kerja sama tersebut ke publik.
Sementara itu, anggota keluarga Plank juga melakukan pencarian menggunakan bahasa Jerman terkait proses penuntutan hukum terhadap kejahatan insider trading.
>>> Harga Baterai Turun 35%, Tapi Mengapa Harga EV Tak Juga Murah?
Atas dakwaan penipuan sekuritas federal tersebut, masing-masing tersangka terancam hukuman penjara hingga 25 tahun apabila terbukti bersalah di pengadilan.
Update Terbaru
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Perjalanan Emosional Ibu dan Anak dalam The Journey to Gyeongju
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Boy band NouerA kembali lewat EP keempat berjudul .exe dengan konsep cinta
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Kecelakaan Maut Ferrari SF90 Terbelah Dua di Australia, Pengemudi Selamat
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Barclays, Halifax, dan Lloyds Alami Gangguan Massal Akses Rekening
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Susunan Pemain Laga Indonesia vs Kamboja: Debut Baker Warnai Lini Depan Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Danantara Masuk KSSK, Prabowo Ingin Kebijakan Ekonomi Lebih Luas
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Sebut AS Geng Mafia dan Abaikan Hukum, Iran Ajukan Syarat Diplomasi
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Penyidik Polri dan Swasta Diperiksa Terkait Perkara TPPU Febrie
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB







