Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih menghadapi tekanan pada perdagangan Senin (27/7/2026).

Sepanjang pekan lalu, IHSG terkoreksi 1,88% dan investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sekitar Rp1,25 triliun.

>>> Anies Baswedan Jadi Capres 2029, PGR Siap Usung Jika Lolos Verifikasi

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan, secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dengan target koreksi jangka menengah di kisaran 6.050-6.150.

Sementara area 6.250-6.300 dipandang sebagai level resistance terdekat, ujar Fanny dalam riset hariannya.

Saham yang paling banyak dilepas investor asing selama sepekan terakhir adalah BMRI, CUAN, EMAS, PTRO, dan TINS.

Aksi net sell tersebut mencerminkan investor asing masih cenderung mengurangi eksposur di pasar saham domestik.

Rekomendasi Saham BNI Sekuritas

Meski IHSG dibayangi tekanan, BNI Sekuritas menilai masih ada peluang investasi pada saham tertentu untuk jangka pendek.

Perusahaan merekomendasikan enam saham yang dapat dicermati investor, yakni EMAS, SRTG, BRIS, BNGA, INDY, dan VKTR.

Untuk EMAS, rekomendasi speculative buy pada area 6.100-6.175 dengan target harga 6.225-6.325 dan cut loss di bawah 6.025.

>>> AS Pindahkan Data Korban Perang ke Kategori Baru, Publik Curiga Ada yang Ditutupi

SRTG direkomendasikan speculative buy di level 1.710 dengan target 1.730-1.740 dan cut loss di bawah 1.700.

BRIS direkomendasikan buy on weakness pada kisaran 1.820-1.845 dengan target 1.890-1.910 serta cut loss di bawah 1.790.

BNGA direkomendasikan speculative buy pada area 1.630-1.640 dengan target 1.660-1.690 dan cut loss di bawah 1.625.

INDY direkomendasikan buy on weakness di kisaran 2.410-2.470 dengan target 2.500-2.570 serta cut loss di bawah 2.400.

VKTR direkomendasikan buy on weakness pada level 740-770 dengan target 790-825 dan cut loss di bawah 700.

Fanny mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati dan disiplin menerapkan batas risiko pada setiap transaksi.

>>> Gejolak di Puncak Pimpinan Bank Sentral: Perry Warjiyo Resmi Mundur dari Jabatan Gubernur BI, Apa Penyebabnya?

Strategi buy on weakness dan speculative buy dinilai lebih tepat diterapkan dengan memperhatikan cut loss pada masing-masing saham, tutupnya.