Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat memberikan sorotan tajam terhadap maraknya aksi main hakim sendiri yang terjadi di berbagai wilayah dalam beberapa waktu terakhir.

Insiden pengeroyokan tersebut tercatat muncul di sejumlah daerah mulai dari Bali, Morowali, Tanjung Balai, hingga kawasan Matraman di Jakarta Timur.

>>> Gantikan Jay Idzes, Rizky Ridho Pimpin Lini Belakang Garuda

Anggota Komisi II DPR Ahmad Irawan menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas rangkaian peristiwa kekerasan massal yang berujung pada hilangnya nyawa korban.

Menurut Irawan, tindakan menghakimi secara beramai-ramai tidak dapat dibenarkan dengan dalih apa pun, termasuk dugaan kejahatan yang dituduhkan kepada para korban.

Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara beradab yang menjunjung tinggi sistem hukum sebagai sarana resmi untuk menyelesaikan setiap permasalahan.

>>> Iran Tegaskan Belum Ada Negosiasi dengan AS dan Desak Perubahan Sikap Washington

Kasus-kasus tersebut mencakup penggerudukan ASN di Tanjung Balai hingga pengeroyokan warga di Tabanan Bali yang dituduh mencuri ayam piaraan.

Peristiwa serupa juga terjadi di Morowali saat seorang pria tewas dihakimi massa setelah dituduh hendak melakukan pencurian kendaraan bermotor.

Insiden di Morowali itu terjadi pada Sabtu tanggal 25 Juli 2026 sekitar pukul 23.05 WITA di Kecamatan Bahodopi.

>>> Tujuh Polisi Diperiksa Bareskrim, Wakapolres Tangsel Buka Suara

Korban sempat berupaya menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam minimarket, namun amarah warga sekitar tidak dapat dibendung.

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menilai bahwa akar permasalahan dari rentetan insiden ini adalah rendahnya tingkat kesadaran hukum di tengah masyarakat.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi Bidang HAM DPR Sugiat Santoso mendesak aparat penegak hukum agar tidak ragu mengambil sikap tegas terhadap para pelaku.

>>> Pabrik Garmen Hong Kong PHK 846 Pekerja, Ini Penjelasan Said Iqbal

Sugiat juga mendorong negara untuk memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak yang menjadi korban pengeroyokan terduga maling ayam di Bali.