Pabrik perakitan A400M milik Airbus di Seville, Spanyol, sempat berada di ambang penghentian operasi. Sebagian hanggar di San Pablo sudah dibongkar dan produksi diperlambat untuk memperpanjang sisa pesanan.

Namun, NATO memberikan kejutan di Ankara pada 7 Juli lalu. Tujuh negara anggota meluncurkan proyek multinasional yang dapat menghasilkan armada A400M yang dimiliki dan dioperasikan bersama.

>>> Olmo Tolak Maaf Ayala: Tak Perlu Minta Maaf Jika Tak Akui Perbuatan

Proyek ini belum berarti pesanan baru, tetapi memberikan Airbus jalur kredibel menuju permintaan segar dan umur industri yang lebih panjang di Andalusia.

Apa yang Disepakati NATO?

Belgia, Kroasia, Prancis, Polandia, Spanyol, Turki, dan Inggris bergabung dalam 'High Visibility Project' NATO.

Rencananya menggunakan struktur 'pooling and sharing' yang memungkinkan negara-negara berbagi pesawat, biaya, pelatihan, logistik, dan pengadaan.

NATO belum membeli apa pun. Belum ada ukuran armada, pangkalan, atau jadwal pengiriman yang diumumkan.

Airbus menyebut opsi mulai dari kepemilikan multinasional hingga perawatan bersama.

Perbedaan ini penting bagi Seville.

Kerangka politik dapat menciptakan momentum, tetapi hanya kontrak pesawat baru yang akan memperpanjang jadwal produksi pabrik secara pasti.

>>> Proses Penunjukan Gubernur BI Definitif Tunggu Mekanisme UU, Ini Kata Pjs

Mengapa A400M Penting?

A400M mengisi celah antara pesawat angkut taktis kecil dan pesawat kargo strategis besar.

Pesawat ini mampu membawa hingga 81.600 pon, memindahkan helikopter atau kendaraan lapis baja, mengisi bahan bakar di udara, dan beroperasi dari landasan pendek yang tidak dapat digunakan pesawat berat.

Airbus menyebut misi bantuan bencana, evakuasi medis, dan pemadaman kebakaran sebagai bagian dari pengaturan multinasional. Lebih dari 135 unit A400M sudah beroperasi dengan total 270.000 jam terbang.