Trump dan NATO: Kritik yang Tak Sepenuhnya Salah
Pernyataan Donald Trump mengenai NATO kerap dianggap hampa dan kontraproduktif.
Namun, di balik retorikanya yang keras, ia menyentuh kenyataan yang tak bisa diabaikan: aliansi militer AS membutuhkan biaya besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat Amerika.
>>> Presiden FIFA Buka Suara soal Trump Hadir di Final Piala Dunia 2026
Trump dikenal sejak 1987 dengan iklan halaman penuh yang menuduh AS terlalu banyak menanggung beban sekutunya.
Saat menjabat, ia berulang kali mengancam keluar dari NATO dan menekan negara-negara anggota untuk meningkatkan belanja pertahanan.
Pertemuan para kepala negara NATO di Ankara pekan lalu menunjukkan bahwa pendekatan Trump mulai kehilangan pengaruh.
Dunia mulai beradaptasi, dan kekuatan unilateral AS terbentur oleh keterbatasan, terutama dalam kebijakan terhadap Iran.
Keterbatasan Kekuatan Trump
KTT Ankara memperlihatkan batas kemampuan Trump mendominasi.
Retorikanya yang menekan sekutu kehilangan efek kejut, dan klaimnya tentang "cinta yang luar biasa" dalam pertemuan itu justru bertentangan dengan sikapnya sebelumnya.
Ancaman Trump untuk keluar dari NATO juga mulai kehilangan daya gentar. Eropa kini semakin kuat dan mampu membangun pertahanan sendiri melawan Rusia, mengurangi ketergantungan pada AS.
Meski demikian, kerusakan yang ditimbulkan Trump terhadap kepercayaan global masih nyata.
>>> Awas, 3 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Picu Saraf Kejepit
Pemulihan hubungan akan memakan waktu bertahun-tahun, dan AS akan kesulitan membangun kemitraan untuk tantangan iklim, kesehatan global, dan ekonomi dunia.
Pelajaran bagi Lawan Politik Trump
Lawan politik Trump, baik dari Partai Demokrat maupun Republik, terlalu bersemangat mempertahankan aliansi militer AS.
Padahal, inti aliansi adalah komitmen untuk berperang demi negara lain, yang merupakan biaya besar.
Contoh paling mencolok adalah dukungan Biden terhadap Israel, yang menyeret AS ke dalam strategi Gaza yang tragis. Kasus lain termasuk jaminan tanpa syarat kepada Ukraina dan Taiwan.
KTT Ankara mungkin akan dikenang bukan sebagai perceraian AS-Eropa, melainkan langkah menuju NATO dengan peran Eropa yang setara.
Hubungan yang lebih seimbang bisa tetap produktif bagi kedua belah pihak.
Pemimpin AS masa depan perlu belajar dari kesalahan Trump tanpa sekadar bereaksi sebaliknya.
>>> Aktor 'Jurassic Park' Sam Neill Meninggal Dunia di Usia 78 Tahun
Dunia membutuhkan kepemimpinan AS yang konstruktif, namun juga realisme tentang batas kekuatan dan biaya yang harus ditanggung rakyat Amerika.
Update Terbaru
Gol Debut Mitchell Baker di Menit Keenam Bawa Timnas Indonesia Ungguli Kamboja
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Hindari 7 Kebiasaan Ini agar Barang Bawaan Tak Dicuri di Bandara
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Baker Brace di Menit ke-15, Timnas Indonesia Ungguli Kamboja 2-0
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Kasat Narkoba Tangsel Dinyatakan Tak Terlibat Etomidate, Pemeriksaan Lanjut
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Iran Peringatkan Ukraina Akan Konsekuensi Serangan Kapal Kargo
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Amran Pastikan Kementan Tetap Produktif Meski Kursi Wamentan Kosong
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Sandy Walsh Cetak Gol Sundulan, Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 3-0
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Tenggat Rasio Pinggang-Tinggi Angkatan Udara AS: Data Tidak Mempengaruhi Skor Kebugaran
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Samsung Janjikan Harga Kacamata Pintar di Tingkat Wajar
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Kacamata Pintar Samsung Hadapi Pesaing dari Apple pada 2027
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Cara Menghilangkan Titik Oranye di Samsung Keyboard yang Mengganggu
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Samsung Tingkatkan Kecepatan Chip AI HBM5 Hingga 50% dengan Proses 2nm
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
One UI 9 Akan Hadirkan Fitur Zoom Kustom per Aplikasi
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB
Samsung Tingkatkan Produksi Chip untuk Cegah Apple Borong Memori China
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB







