Trump Sebut Foto Sekolah Iran yang Dibom Bisa Buatan AI
Lebih dari empat bulan setelah pemboman mematikan AS terhadap Sekolah Perempuan Shajareh Tayyebeh di Iran Selatan, yang menewaskan 120 anak-anak dan puluhan guru serta orang tua, pertanyaan masih tersisa tentang bagaimana tragedi itu terjadi.
Semua bukti yang tersedia menunjukkan bahwa militer AS berada di balik pembantaian tersebut.
>>> X-Men '97 Season 3 Selesai, Season 4 dalam Pengembangan
Foto-foto pecahan rudal Tomahawk AS di lokasi, komentar bocoran dari analis militer, dan profil operasional pasukan yang terlibat di kawasan itu menjadi bukti kuat bahwa Pentagon bertanggung jawab.
Analisis baru dari Sky News dan publikasi Forensic Architecture menambah bukti.
Dengan merekonstruksi sekolah dalam model 3D, tim tersebut memverifikasi bahwa lokasi itu telah menjadi sekolah selama bertahun-tahun sebelum serangan, membantah klaim bahwa intelijen lama menjadi faktor kunci.
Presiden AS Donald Trump tidak puas dengan jawaban itu.
Berbicara kepada pembawa acara Fox News Trey Yingst, Trump menghindari mengatakan apakah ia akan merilis temuan investigasi, dengan alasan masih harus "berbicara dengan para jenderal."
"Saya rasa tidak ada yang akan bisa mengatakan apa yang terjadi di sana," ujar Trump.
Yingst kemudian mendesak, "Ada gambar dari lokasi yang menunjukkan pecahan yang tampaknya dari rudal Tomahawk AS.
>>> Game God of War Baru dengan Kratos Sedang Dikembangkan, Terkait Langsung dengan Laufey
Mungkinkah intelijen lama atau kesalahan dari masa perang yang sibuk menyebabkan peristiwa ini?"
"Mungkin," jawab Trump, "tetapi mungkin juga gambar-gambar itu dihasilkan AI. Saya tahu Anda menunggu laporan yang meyakinkan, tapi saya rasa tidak akan ada laporan yang meyakinkan."
Pernyataan itu dianggap sebagai ilustrasi sempurna dari efek buruk AI terhadap masyarakat sipil: tidak hanya penyebar disinformasi dapat menggunakan teknologi untuk memalsukan bukti, tetapi aktor tidak jujur dapat menunjuk keberadaan AI untuk mendiskreditkan dokumentasi nyata tentang pelanggaran atau kejahatan.
Update Terbaru
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Perjalanan Emosional Ibu dan Anak dalam The Journey to Gyeongju
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Boy band NouerA kembali lewat EP keempat berjudul .exe dengan konsep cinta
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Kecelakaan Maut Ferrari SF90 Terbelah Dua di Australia, Pengemudi Selamat
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Eks Insinyur VW Didakwa Insider Trading Saham Rivian dan Cari Batas Waktu Hukum
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Barclays, Halifax, dan Lloyds Alami Gangguan Massal Akses Rekening
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Susunan Pemain Laga Indonesia vs Kamboja: Debut Baker Warnai Lini Depan Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Danantara Masuk KSSK, Prabowo Ingin Kebijakan Ekonomi Lebih Luas
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Sebut AS Geng Mafia dan Abaikan Hukum, Iran Ajukan Syarat Diplomasi
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB







