Bintang TikTok Rebecca Luna Meninggal Lewat Assisted Dying, Picu Perdebatan
Bintang TikTok asal Kanada, Rebecca Luna, meninggal dunia pada usia 49 tahun setelah memilih jalani assisted dying atau bantuan medis untuk mengakhiri hidup.
Keputusan itu diambil karena kondisi Alzheimer yang dideritanya semakin parah. Ia merasa tidak lagi nyaman menjalani hidup.
>>> NATO Hidupkan Kembali Program A400M yang Sempat Dianggap Mati
Kabar duka disampaikan putri sulungnya, Maya. Rebecca meninggal dengan tenang pada Sabtu (25/7/2026) siang, dikelilingi keluarga dan orang terdekat.
Rebecca didiagnosis young-onset Alzheimer's tahun lalu, jenis Alzheimer yang menyerang usia di bawah 65 tahun. Ia rutin membagikan perjuangannya kepada lebih dari 90 ribu pengikut di TikTok.
Beberapa hari sebelum meninggal, ia mengunggah video terakhir.
Dalam video itu, ia mengungkapkan telah memajukan jadwal assisted dying dari Agustus menjadi Sabtu karena kondisi fisik terus menurun.
>>> Olmo Tolak Maaf Ayala: Tak Perlu Minta Maaf Jika Tak Akui Perbuatan
"Selama satu setengah tahun terakhir, keputusan soal tanggal itu bukan sepenuhnya ada di tangan saya. Tapi dalam dua minggu terakhir saya akhirnya bisa menentukan sendiri.
Ini keputusan yang sangat berat karena tubuh saya sudah tidak lagi terasa nyaman atau aman untuk ditinggali," ujarnya.
Ia mengaku tidak pernah membayangkan harus menghadapi Alzheimer di usia muda. Namun menjelang kematian, menunggu dua minggu lagi terasa terlalu lama.
>>> Proses Penunjukan Gubernur BI Definitif Tunggu Mekanisme UU, Ini Kata Pjs
"Saya tidak pernah ingin meninggal sebelum usia 50 tahun. Tapi saya merasa sudah menjalani hidup yang penuh cerita.
Saya sudah melalui begitu banyak penderitaan, dan rasanya itu sudah cukup," katanya.
Sebelumnya, dokter memperkirakan harapan hidupnya sekitar lima hingga tujuh tahun setelah diagnosis.
Assisted dying atau Medical Assistance in Dying (MAID) legal di Kanada dan dapat diakses warga yang memenuhi syarat medis dan hukum.
>>> Kaesang Siap Maju Caleg dari Dapil Solo, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Keputusan Rebecca menuai kontroversi di media sosial. Sebagian mendukung haknya memilih akhir hidup, sebagian lain menentang praktik assisted dying.
Update Terbaru
One UI 9 Akan Hadirkan Fitur Zoom Kustom per Aplikasi
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB
Samsung Tingkatkan Produksi Chip untuk Cegah Apple Borong Memori China
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB
Perlambatan Bicara Bisa Jadi Tanda Awal Penurunan Kognitif
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB
Hirup Aroma Saat Tidur Tingkatkan Memori Hingga 226% Menurut Studi
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB
Industri AI Hadapi Gelombang Kebencian Publik Akibat Tindakan Buruk
Senin / 27-07-2026, 22:02 WIB
Minyak Esensial Pepermin Berpotensi Turunkan Tekanan Darah Tinggi
Senin / 27-07-2026, 22:00 WIB
Debu Kosmik Ungkap Keberadaan Asteroid Tak Dikenal, Apa Artinya?
Senin / 27-07-2026, 22:00 WIB
Manfaat Jalan Kaki Setelah Makan: Dampak Positif bagi Tubuh
Senin / 27-07-2026, 22:00 WIB
90% Penderita Hepatitis di Indonesia Tak Sadar Terinfeksi, Kemenkes Ungkap Tantangan Eliminasi
Senin / 27-07-2026, 22:00 WIB
Sinopsis RoboCop (2014): Detektif Alex Murphy Menjadi Cyborg Penegak Hukum
Senin / 27-07-2026, 21:56 WIB
Dude Harlino Kembalikan Rp5,25 M Honor PT DSI ke Bareskrim, Ini Alasannya
Senin / 27-07-2026, 21:56 WIB
Stephen Chow Ungkap Alasan Pilih Dilraba Dilmurat Bintangi Kung Fu Soccer
Senin / 27-07-2026, 21:56 WIB
The Odyssey Kokoh di Puncak Box Office Global dengan Pendapatan Rp11,5 T
Senin / 27-07-2026, 21:56 WIB
Rumah Makin Personal: Solusi Interior Custom Dukung Gaya Hidup Penghuni
Senin / 27-07-2026, 21:49 WIB







