Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi sepuluh calon wisudawan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII.

Ia menilai keberagaman latar belakang mereka menunjukkan proses rekrutmen dan pembelajaran di IPDN berjalan baik.

>>> Kasus Teror Tetangga Depok Naik Penyidikan, Polisi Akan Tes Psikologi

Hal itu disampaikan Tito saat memberikan pembekalan kepada Praja Utama IPDN di Gedung Balairung Rudini IPDN Jatinangor, Jawa Barat, Rabu (22/7).

Dalam kesempatan tersebut, ia memanggil sepuluh calon wisudawan terbaik ke atas panggung dan menanyakan latar belakang keluarga mereka.

Hasilnya, para praja itu berasal dari keluarga petani, pedagang, tenaga pendidik, wiraswasta, hingga anggota TNI dan Polri.

Tidak satu pun dari mereka berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi mapan.

"Itu yang membuat saya bangga, artinya proses rekrutmen pada saat awal mereka benar. Dan proses belajar di sini juga benar," kata Tito dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan, para calon wisudawan itu bukan berasal dari kalangan mampu, namun bisa meraih posisi 10 besar dari total 1.204 praja yang akan diwisuda dan dilantik.

Kisah Peraih Peringkat Pertama

Salah satu sosok yang mendapat perhatian khusus adalah peraih peringkat pertama sekaligus penerima penghargaan Kartika Astha Brata.

Penghargaan tahunan bergengsi itu diberikan kepada Pamong Praja Muda lulusan terbaik IPDN.

Tahun ini, penghargaan tersebut jatuh kepada praja asal pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur, Aji Bayu Ramadhan.

Ia mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif 3,84, angka tertinggi di antara seluruh calon wisudawan Angkatan XXXIII.

>>> Pesawat Maskapai Israel Rusak Tiga Kali di Bandara yang Sama, Otoritas Curiga Sabotase

Aji menempuh pendidikan di Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan.