Kasus Teror Tetangga Depok Naik Penyidikan, Polisi Akan Tes Psikologi
Polisi meningkatkan status penanganan kasus teror yang dialami warga Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, ke tahap penyidikan.
Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra Kurniawan mengatakan, penyidik akan melakukan tes psikologi terhadap terduga pelaku yang merupakan tetangga korban.
>>> Pesawat Maskapai Israel Rusak Tiga Kali di Bandara yang Sama, Otoritas Curiga Sabotase
"Tanggal 22, status ditingkatkan menjadi penyidikan, dan penyidik sekarang akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan akan membuat surat untuk pemeriksaan psikologi ke Rumah Sakit Kramat Jati," kata Hendra, Rabu (22/7).
Pemeriksaan psikologi ini dilakukan untuk mendalami kondisi kejiwaan terduga pelaku. Menurut keterangan keluarganya, terduga pelaku kerap sulit mengendalikan emosi.
"Ya, menurut keterangan dari orang tuanya bahwa terlapor terkadang susah membendung emosinya ya. Terkadang selalu meledak-ledak, gitu," ucap Hendra.
Kasus ini naik ke penyidikan setelah polisi memeriksa terduga pelaku pada Senin (20/7). Pelapor dan sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan.
>>> Houthi Yaman Paksa Kapal di Laut Merah Ubah Rute
Penyidik menerapkan Pasal 521 KUHP tentang Perusakan dan atau Pasal 448 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan dalam perkara ini.
Sebelumnya, warga Pancoran Mas menjadi korban aksi teror tetangganya yang menyebabkan pagar tembok rumah korban rusak.
Peristiwa itu dilaporkan ke Polres Metro Depok pada Rabu (15/6) dan teregister dengan nomor LP/B/1531/VII/2026/SPKT/POLRES METRO DEPOK.
>>> Google Luncurkan Study Notebooks, Alat Belajar Berbasis AI yang Lebih Personal
Hendra mengatakan perselisihan bermula saat korban diduga mengucapkan kata kasar dan menyetel musik karena rumah yang berdekatan.
Update Terbaru
Uji Akurasi 3 Pelacak Kebugaran: Fitbit, Pixel Watch, dan Whoop
Rabu / 22-07-2026, 23:11 WIB
Samsung Galaxy Z Fold 8 Gratis di AT&T dengan Tukar Tambah Ponsel Tertentu
Rabu / 22-07-2026, 23:11 WIB
Indonesia Targetkan 151.554 Hektare Lahan Kelapa untuk Hilirisasi 2026
Rabu / 22-07-2026, 23:11 WIB
Merek China Dinginkan Asia Tenggara dengan Solusi Lokal
Rabu / 22-07-2026, 23:11 WIB
Vozinha dan Haaland Raih Jutaan Followers Baru Selama Piala Dunia 2026
Rabu / 22-07-2026, 23:11 WIB
Kemenkes Apresiasi CNN Wellnest Festival, Dorong Kesadaran Hidup Sehat
Rabu / 22-07-2026, 23:10 WIB
Hasil China Open 2026: Tampil Buruk di Set 2, Jonatan Lolos 16 Besar
Rabu / 22-07-2026, 23:10 WIB
Purbaya Pastikan Pemerintah Kembali Beri Insentif Motor Listrik Rp5 Juta per Unit
Rabu / 22-07-2026, 23:10 WIB
Firefox 153 Akhirnya Hadirkan Dukungan HDR di Windows
Rabu / 22-07-2026, 23:08 WIB
Gugatan Cher Ditolak, Mary Bono Tak Wajib Bayar Biaya Hukum Rp16 Miliar
Rabu / 22-07-2026, 23:08 WIB
Sahabat Nolan Wells: Dia Tampak Baik-Baik Saja di Horn Island
Rabu / 22-07-2026, 23:07 WIB
Pengemudi Kabur dari Polisi, Loncat dari Jembatan ke Danau
Rabu / 22-07-2026, 23:07 WIB
Krisis Air Bersih Ganggu Layanan Puskesmas Panongan Tangerang
Rabu / 22-07-2026, 23:07 WIB
Pemda DIY: 4 SMA dan Ratusan Siswa Jadi Korban Scam TOEFL saat MPLS
Rabu / 22-07-2026, 23:07 WIB







