Milisi Houthi Yaman mulai memaksa kapal-kapal di Laut Merah untuk mengubah haluan agar tidak melewati Selat Bab Al Mandab.

Kantor berita Saba yang dikelola Houthi melaporkan enam kapal telah dipaksa mengubah rute setelah menerima peringatan dari kelompok tersebut.

>>> Google Luncurkan Study Notebooks, Alat Belajar Berbasis AI yang Lebih Personal

Enam pejabat Houthi mengatakan mereka telah memperingatkan perusahaan pelayaran internasional untuk tidak transit melalui Selat Bab Al Mandab.

Dalam surel ke perusahaan pelayaran, Houthi menyatakan kapal dilarang memuat atau membongkar kargo di pelabuhan Saudi. Perusahaan yang melanggar dapat menjadi sasaran "di mana saja."

Pengumuman itu muncul sehari setelah Houthi menyatakan larangan pelayaran maritim terhadap Arab Saudi.

>>> T-Mobile Tawarkan Diskon Hingga $1.900 untuk Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra

Langkah ini berpotensi membuka front baru melawan Amerika Serikat dalam konfliknya dengan Iran dan meningkatkan risiko terhadap pasokan energi global serta perdagangan di luar Teluk.

Penutupan Selat Bab Al Mandab akan memutus jalur alternatif penting bagi Arab Saudi ke Selat Hormuz dan menimbulkan kekhawatiran akan kekurangan pasokan.

Lalu lintas pelayaran di Laut Merah belum sepenuhnya pulih sejak Houthi mulai menyerang kapal-kapal di lepas pantai Yaman pada November 2023.

>>> Huddersfield Giants Resmi Dapatkan Jaimin Jolliffe dari Gold Coast Titans

Kelompok tersebut mengatakan kampanye ini bertujuan mendukung Palestina dan menentang perang di Gaza.