Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pihaknya siap memberikan respons keras terhadap ancaman blokade Laut Merah oleh Kelompok Houthi Yaman.

Trump menegaskan pemerintahannya tidak akan tinggal diam apabila jalur pelayaran internasional di kawasan tersebut terganggu.

>>> Iklan Kylie Jenner untuk Kacamata Meta Diubah Jadi Peringatan Pengawasan

"Kita lihat saja apa yang akan terjadi. Sejauh ini itu belum terjadi.

Bisa saja terjadi, tetapi kami akan menangani semuanya. Jika sesuatu seperti itu terjadi, kami akan mengatasinya," kata Trump, Rabu (22/7/2026).

Ancaman penutupan Selat Bab el-Mandeb menjadi perhatian karena jalur sempit itu merupakan salah satu rute pelayaran paling penting di dunia.

Selat tersebut menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. Gangguan di kawasan ini berpotensi menghambat distribusi minyak, gas, serta perdagangan global.

>>> MLB Larang Pemain Konsultasi AI Chatbot Sebelum Memukul

Keterlibatan Iran dan Kesiapan Houthi

Iran dilaporkan telah membahas kemungkinan menggunakan Houthi untuk menutup akses ke Selat Bab el-Mandeb.

Hal ini menyusul serangan terhadap fasilitas pembangkit listrik dan infrastruktur penting milik Iran oleh Amerika.

Houthi dikabarkan telah menempatkan rudal dan pesawat nirawak di sekitar kawasan strategis Laut Merah. Kelompok itu disebut hanya menunggu instruksi untuk mulai melancarkan serangan terhadap kapal yang melintas.

Meskipun Houthi kemungkinan sulit menutup jalur pelayaran sepenuhnya, serangan terhadap kapal dagang tetap dinilai dapat mengganggu lalu lintas maritim internasional.

>>> Karyawan AI Berontak Melawan CEO, Picu PAC Tandingan

Hal ini berpotensi meningkatkan biaya logistik dan memicu ketidakpastian di pasar energi dunia.