Hubungan antara eksekutif perusahaan AI dan karyawannya semakin tegang. Perselisihan ini terutama dipicu oleh perbedaan pandangan mengenai regulasi kecerdasan buatan.

Menurut laporan Wired, karyawan OpenAI kini berselisih dengan presiden perusahaan, Greg Brockman. Masalahnya adalah strategi politik Brockman yang kontroversial.

>>> The Rings of Power Season 3 Hadirkan Momen Pembuatan Cincin Sauron

Super PAC yang terkait dengan OpenAI telah menghabiskan puluhan juta dolar untuk pemilu paruh waktu AS 2026. Tujuannya mendukung kandidat yang ramah terhadap industri AI.

Namun, karyawan OpenAI memiliki agenda berbeda. Sekelompok pekerja teknologi membantu meluncurkan super PAC tandingan yang mendorong regulasi ketat terhadap perusahaan seperti OpenAI.

PAC yang disebut Guardrails Alliance ini memulai dengan dana $5 juta. Lebih dari $215.000 di antaranya berasal dari pekerja OpenAI, seperti dilaporkan Wired.

Juan Felipe Cerón Uribe, peneliti OpenAI yang mempelajari dampak sosial AI, mengatakan keputusannya untuk menyumbang mudah. Ia khawatir penelitiannya akan sia-sia tanpa regulasi yang mengikat perusahaan swasta.

>>> Kiki's Delivery Service Tayang di IMAX Inggris dan Irlandia 21 Agustus 2026

Sementara itu, perusahaan teknologi besar lain juga menghadapi pemberontakan. Sekelompok pekerja Amazon mengajukan keluhan bahwa mereka dipecat karena aktivisme di luar jam kerja.

Mereka berbicara menentang pusat data Amazon dalam rapat dewan kota.

Lebih baru lagi, 26 karyawan Meta menggugat perusahaan karena menggunakan alat AI internal untuk memilih ribuan nama yang akan dipecat.

>>> Penerbit PS5 Bela Game Fisik di Tengah Rencana Sony Hentikan Produksi Cakram

Para pekerja Meta menuduh perusahaan menggunakan data kehadiran dan kinerja untuk mengevaluasi siapa yang dipertahankan. Namun, sistem AI tersebut gagal memperhitungkan ketidakhadiran karena cuti hamil atau darurat medis.