OpenAI memperkirakan pendapatan iklan tahunannya akan mencapai $100 miliar pada 2030. Namun, analisis terbaru dari firma konsultan pemasaran Emarketer menunjukkan target itu sulit tercapai.

Menurut laporan yang pertama kali diungkap AdWeek, OpenAI diperkirakan akan meleset dari proyeksi pendapatan iklan lima tahun hingga 90 persen.

>>> MagicCon Amsterdam 2026: Semua Pengumuman Set Baru hingga Kembalinya Favorit

Saat ini perusahaan bahkan kesulitan mencapai $1 miliar dari iklan.

Emarketer memperkirakan total pasar iklan chatbot hanya sebesar $5,4 miliar.

Angka itu menjadi kabar buruk tidak hanya bagi OpenAI, tetapi juga raksasa teknologi lain yang berlomba merebut pasar iklan AI.

Pada 2026, Emarketer memproyeksikan gabungan OpenAI, Microsoft, Google, dan Amazon hanya akan meraup kurang dari $1 miliar dari iklan AI.

Padahal OpenAI sendiri menargetkan pendapatan iklan AI mencapai $2,5 miliar pada akhir tahun ini.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar bagi investor.

>>> Castlevania: Belmont's Curse Hadir untuk Pemain Metroidvania yang Belum Pernah Main Castlevania

Jika perusahaan AI teratas yang telah menghabiskan lebih dari $1,6 triliun untuk membangun AI tidak mampu mencapai proyeksi 2026, bagaimana mereka bisa mencapai target empat tahun ke depan?

Untuk mencapai target 2030, OpenAI membutuhkan tiga keajaiban sekaligus. Pertama, pengiklan harus meninggalkan infrastruktur yang sudah dibangun puluhan tahun dan beralih ke chatbot.

Kedua, OpenAI harus mengalahkan raksasa iklan seperti Google dan Meta.

Ketiga, pasar iklan AI harus melonjak drastis dari hanya enam digit pada 2026 menjadi 12 digit pada 2030.

Menurut proyeksi OpenAI sendiri, iklan diharapkan menyumbang 36 persen dari total pendapatan perusahaan pada 2030.

>>> Manga Sakamoto Days Menuju Klimaks, Final Battle Dimulai Agustus 2025

Jika target itu tidak tercapai, rencana keuangan lima tahun OpenAI akan runtuh, dan dengan itu salah satu poin utama yang membenarkan gelembung keuangan terbesar yang pernah ada.