Netflix semakin serius dalam bisnis periklanan streaming. Perusahaan mengumumkan bahwa mereka menargetkan pendapatan iklan sebesar $3 miliar atau sekitar Rp48 triliun pada tahun 2026.

Pengumuman ini disampaikan menjelang laporan laba kuartal kedua. Netflix juga mengonfirmasi bahwa negosiasi untuk kesepakatan iklan upfront besar sedang dalam tahap akhir.

>>> Nobar Final Piala Dunia di IKN, Basuki: Spanyol Layak Juara

Langkah ini menandakan bahwa iklan bukan lagi bisnis sekunder bagi Netflix. Iklan kini menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Bisnis Iklan Terus Berkembang

Netflix melaporkan pendapatan kuartal kedua sebesar $12,6 miliar, naik 13% dibandingkan tahun lalu. Total jam tonton pada paruh pertama 2026 juga meningkat.

Perusahaan mempersempit perkiraan pendapatan tahun penuh menjadi antara $51 miliar dan $51,4 miliar. Meskipun investor bereaksi hati-hati, Netflix menekankan bahwa bisnis iklan mulai memberikan kontribusi berarti.

Menurut laporan ContentGrip, Netflix kini memperlakukan iklan sebagai bisnis yang dapat diprediksi, bukan lagi eksperimen. Perubahan ini mencerminkan tren industri streaming yang semakin mengandalkan pendapatan iklan.

Negosiasi Upfront Perkuat Posisi Netflix

Pengumuman Netflix terkait erat dengan pasar iklan upfront tahunan. Dalam pasar ini, merek-merek berkomitmen membeli slot iklan berbulan-bulan sebelum kampanye dimulai.

Bagi perusahaan streaming, mengamankan komitmen upfront menunjukkan kepercayaan dalam menyampaikan audiens, menjaga keamanan merek, dan menyediakan pengukuran kampanye yang andal.

Netflix telah membangun infrastruktur iklan selama beberapa tahun terakhir.

Negosiasi terbaru menunjukkan Netflix semakin bersaing dengan jaringan televisi tradisional untuk anggaran iklan premium.

Persaingan juga datang dari Amazon Prime Video, Disney+, dan Max yang menawarkan layanan dengan iklan.

>>> Piala Dunia 2026 Berakhir, Bek Maroko Mazraoui Ingin Pensiun Jadi Imam Masjid