Netflix juga mengubah strategi pelaporan jumlah penonton.

Perusahaan akan mengurangi frekuensi laporan publik, sementara pengiklan akan menerima informasi yang lebih disesuaikan melalui hubungan bisnis langsung.

Pengamat industri melihat ini sebagai pergeseran dari transparansi publik menuju pelaporan khusus pengiklan.

Meskipun mitra iklan besar mendapat wawasan lebih mendalam, perbandingan kinerja antar platform bisa menjadi lebih sulit.

Netflix juga terus mempromosikan apa yang disebut "Netflix Effect". Perusahaan mendorong pengiklan untuk mengevaluasi kampanye berdasarkan pengaruh budaya, bukan sekadar jumlah tayangan.

Netflix berargumen bahwa film dan serial orisinalnya menghasilkan percakapan, keterlibatan sosial, dan minat konsumen yang melampaui metrik tradisional.

Pendekatan ini sejalan dengan upaya Netflix memposisikan diri sebagai destinasi iklan premium.

Dengan negosiasi upfront yang hampir selesai dan target pendapatan iklan $3 miliar, Netflix berkomitmen menjadikan iklan sebagai pilar permanen bisnisnya.

>>> Mengebut Saat Berkendara Tidak Efisien, Malah Bikin Boros BBM

Strategi ini menunjukkan bahwa persaingan layanan streaming di masa depan akan bergantung pada kepercayaan pengiklan dan kemampuan pengukuran, tidak hanya pertumbuhan pelanggan.