Kemenangan Spanyol atas Argentina di final Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi momen kebanggaan. Namun, kemunculan Presiden AS Donald Trump di panggung selebrasi justru memicu kemarahan penggemar.

Trump tetap berada di atas panggung saat para pemain mengangkat trofi. Banyak yang menilai sikapnya mengganggu momen bersejarah tim nasional Spanyol.

>>> Kredit Perbankan Tumbuh 11,5%, OJK Soroti Lambatnya Pertumbuhan UMKM

Di Barcelona, ribuan warga merayakan gelar juara dunia kedua Spanyol. Namun, euforia itu diiringi kritik terhadap Trump yang dianggap mencuri perhatian dari para pemain.

Dalam prosesi penyerahan trofi, Trump memasuki panggung untuk memberikan piala kepada kapten Spanyol.

Setelah seremoni, ia tidak langsung pergi dan tetap berdiri di samping pemain sambil tersenyum saat sesi foto.

Seorang suporter muda yang enggan disebut namanya mengatakan, "Menurut saya itu cukup tidak menghormati. Momen itu seharusnya hanya untuk tim, para pemain, dan pelatih.

Dia justru merusaknya."

Penggemar lain bernama Damiano juga mengkritik. "Sangat disayangkan.

Kenapa harus mencuri perhatian? Biarkan para pemain merayakannya sendiri.

>>> Jokowi Disebut Terjebak Pilihannya Sendiri di Kasus Ijazah

Anda sudah memegang trofi Piala Dunia, itu sudah lebih dari cukup," ujarnya.

Meski kontroversi ramai diperbincangkan, kebahagiaan masyarakat Spanyol tetap tak terbendung. Gelar juara ini menjadi yang kedua sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

Pemerintah Spanyol memperkirakan hingga satu juta orang akan memadati Madrid untuk parade kemenangan. Tim nasional akan menggunakan bus atap terbuka bersama trofi Piala Dunia.

Perayaan juga berlangsung meriah di Rocafonda, kampung halaman bintang muda Lamine Yamal. Warga menggelar nonton bareng yang ditutup dengan pesta kembang api setelah kemenangan atas Argentina.

Ribuan pendukung juga memadati Plaza Catalunya di Barcelona. Mereka bernyanyi, menari, dan merayakan keberhasilan tim yang diperkuat banyak pemain dari klub-klub kota tersebut.

Bagi fans Spanyol, kemenangan bersejarah ini tetap menjadi kebanggaan nasional.

>>> Sandal Jepit Mahalini Rp 20 Juta Curi Perhatian saat Main ke Pantai

Namun, mereka menegaskan momen sakral saat trofi diangkat seharusnya hanya milik para pemain, bukan panggung bagi tokoh politik.