CEO SoftBank, Masayoshi Son, dengan tegas membantah anggapan bahwa industri kecerdasan buatan (AI) sedang berada dalam gelembung finansial.

Dalam konferensi tahunan perusahaannya di Tokyo, Son menyebut pembicaraan soal gelembung AI sebagai sesuatu yang "absurd."

>>> Miyamoto Lebih Suka Fisika Sederhana daripada Grafis Canggih sejak 1996

"Bertanya apakah AI adalah gelembung itu tidak masuk akal. Saya rasa orang yang bertanya itu tidak tahu apa itu AI," ujar Son, seperti dikutip Reuters.

Ia bahkan menyatakan siap mengeluarkan dana hingga 5 triliun dolar AS per tahun selama puluhan tahun jika diperlukan untuk menjadikan AI sukses secara finansial.

Son sebelumnya juga menyebut anggapan gelembung AI sebagai "penistaan terhadap AI" dan yakin potensi teknologi itu akan terbuka.

Investasi Raksasa ke OpenAI

SoftBank telah menggelontorkan hampir 65 miliar dolar AS ke OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT.

>>> Penggemar House of the Dragon Nilai Karakter Baru Team Green Tak Seburuk yang Dibayangkan

Investasi sebesar itu memaksa lembaga pemeringkat kredit menurunkan peringkat SoftBank dalam beberapa bulan terakhir.

Analis S&P Global menulis bahwa likuiditas portofolio investasi SoftBank akan memburuk karena porsi OpenAI semakin besar.

Mereka memperingatkan bahwa investasi tambahan akan mengurangi kapasitas finansial SoftBank dan menaikkan rasio loan-to-value hampir empat poin persentase.

Meski demikian, Son tidak gentar. Ia sebelumnya meramalkan kecerdasan super AI akan ada pada 2035, dan kini memperpanjang prediksi menjadi 2040.

>>> General Mills Tarik 736.000 Roti Beku karena Risiko Kaca

"Model bisnis akan layak karena pada 2040, jika pendapatan AI mencapai 20 persen dari PDB global, belanja 800 triliun yen per tahun hanyalah kesalahan pembulatan," kata Son.