Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Amerika Serikat mulai menyadari serangan rudal dan operasi militer tidak cukup untuk memaksa Iran menyerah.

Menurutnya, konflik yang berlangsung kini telah berubah menjadi perang di berbagai sektor, termasuk ekonomi.

>>> Jadwal Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi Roy Suryo Mendadak Dimajukan

"Kenyataannya adalah bahwa saat ini kami terlibat dalam perang skala penuh.

Perang saat ini bukan hanya perang rudal; musuh telah menyimpulkan bahwa mereka tidak dapat memaksa rakyat Iran untuk menyerah melalui serangan militer," kata Pezeshkian, Rabu (22/7/2026).

Pezeshkian menilai perubahan strategi tersebut menunjukkan tekanan terhadap Iran kini diarahkan ke sektor yang lebih luas, terutama perekonomian nasional dan kehidupan masyarakat.

"Perekonomian dan mata pencaharian rakyat adalah arena konfrontasi terpenting dengan musuh," ujarnya.

Ia menekankan tekanan ekonomi menjadi instrumen utama yang digunakan untuk melemahkan Iran setelah tekanan militer dinilai tidak mampu mencapai tujuan.

>>> Presiden La Liga Sebut Gianni Infantino Rusak Piala Dunia Demi Iklan

Tekanan Ekonomi dan Blokade AS

Amerika Serikat terus memperketat tekanan terhadap Iran melalui berbagai cara, termasuk blokade pelabuhan dan serangan terhadap infrastruktur strategis.

Infrastruktur yang menjadi sasaran meliputi jalan raya, jalur kereta api, jembatan, hingga terowongan di wilayah Iran.

Presiden AS Donald Trump menyatakan serangan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus balasan atas gugurnya personel militer AS dalam konflik di Timur Tengah.

Trump menyebut operasi udara terbaru dilakukan untuk mengenang para prajurit yang gugur saat menjalankan tugas.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban dari pihak militer Amerika.

>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 23 – 26 Juli 2026

Menurut Trump, para prajurit tersebut gugur dalam upaya memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir yang dianggap sebagai ancaman bagi keamanan AS.