Milisi Houthi Yaman mengancam akan menyerang fasilitas minyak Arab Saudi jika Riyadh melanjutkan serangan ke Yaman.

Pemimpin Houthi, Abdul Malik Al Houth, menyampaikan ancaman itu dalam pidato yang disiarkan televisi Houthi pada Kamis (16/7).

>>> Pimpinan DPRD Jabar Tolak Wacana SPP SMA-SMK Negeri Diaktifkan Lagi

"Semua fasilitas minyak Saudi dan instalasi vital akan menjadi sasaran rudal dan drone kami jika Riyadh terlibat," kata Al Houth, dikutip Anadolu Agency.

Ia menambahkan, "Persamaan sebenarnya adalah bandara untuk bandara, pelabuhan untuk pelabuhan, dan blokade untuk blokade."

Kronologi Serangan Balasan

Ancaman Houthi muncul setelah Saudi dilaporkan meluncurkan serangan ke bandara Sana'a, Yaman.

>>> 18 Karakter Marvel dan DC yang Akan Menjadi Bintang Reality TV

Menurut Axios, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman meminta dukungan Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Yaman, dan Trump memberikan lampu hijau.

Houthi kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke Bandara Internasional Abha di Arab Saudi.

Juru bicara Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan itu sebagai respons atas agresi Saudi dan membuat gencatan senjata informal Maret 2022 gugur.

>>> 8 Manfaat Semangka untuk Kesehatan Tubuh yang Tak Terduga

Ketegangan ini terjadi di tengah konflik AS dan sekutunya Israel dengan Iran.