DNA Ungkap Asal Usul Bahasa Indo-Eropa, Bukan dari Stepa?
Selama ribuan tahun, bahasa-bahasa Indo-Eropa menyebar luas di Eropa dan Kaukasus. Namun, asal usulnya masih menjadi misteri karena tulisan baru muncul sekitar Mesopotamia.
Tim peneliti dari Harvard dan Hartwick College menerbitkan dua studi di jurnal Nature pada 5 Februari.
>>> Studi Lancet: Wanita 35-49 Tahun Berisiko Alami Infertilitas Tinggi
Mereka menggabungkan analisis DNA dari situs arkeologi dengan riset linguistik selama 130 tahun.
Hasilnya memberikan petunjuk baru tentang kemunculan bahasa Indo-Eropa pertama. Fokus utama adalah budaya Yamna yang berkembang pada milenium ke-4 SM.
Peran Budaya Yamna dalam Penyebaran Bahasa
Budaya Yamna mulai dominan di akhir Neolitikum dan berekspansi sekitar 3700 SM. Dari wilayah Hongaria dan Slowakia modern, mereka menyebar ke seluruh Eropa.
Penemuan tembikar dan sisa manusia sejak abad ke-19 mendukung migrasi ini. Analisis DNA terbaru menambahkan bukti penting pada situs arkeologi yang sudah digali sebelumnya.
Para pemburu-pengumpul Yamna bermigrasi ke timur dan menetap di sekitar lembah Volga, sungai terpanjang di Eropa.
>>> 4 Lipstik Dior Paling Murah di Zalora, Budget Terbatas Tetap Bisa Coba Merek Premium
Beberapa pusat populasi teridentifikasi antara Laut Hitam dan Laut Kaspia utara. Perdebatan sebelumnya berpusat pada dua kemungkinan: stepa Kaukasus dan provinsi Anatolia.
Turki modern berada di bawah pengaruh Het sejak milenium ke-3 SM, terkait erat dengan Levant dan Mesopotamia. Banyak artefak Neolitikum di Eropa timur dikaitkan dengan budaya Yamna.
Penelitian baru ini dianggap sebagai terobosan yang mungkin memecahkan teka-teki sejak abad ke-17. Bahasa Indo-Eropa menjadi dasar hampir 400 bahasa yang masih digunakan hingga kini.
Sekitar 500 M, akar Indo-Eropa telah menyebar ke barat melalui Eropa hingga Arabia utara dan India.
Studi bahasa Indo-Eropa mengungkap migrasi yang membentuk kembali Kaukasus dan wilayah di luar Asia Kecil. Hingga saat ini, peneliti telah menguraikan hampir 1.500 kata dari bahasa Indo-Eropa.
>>> Cara Menghilangkan Noda Lipstik di Baju, Praktis dan Gak Bikin Kain Rusak
Namun, seperti dicatat The Harvard Crimson, perang di Ukraina dan ketegangan dengan Rusia kini membatasi kerja lapangan di wilayah-wilayah penting tersebut.
Update Terbaru
Penurunan Berat Badan Drastis Shinji, Joy, dan Kim Min-ha Khawatirkan Penggemar
Jumat / 17-07-2026, 19:23 WIB
Luhut Akui Regulasi Bikin Investor Ragu Masuk RI: Kita Harus Berbenah
Jumat / 17-07-2026, 19:23 WIB
Klasemen Akhir SEA V Cup 2026: Indonesia Juara Pool A
Jumat / 17-07-2026, 19:23 WIB
Panglima TNI: TNI AD Dukung 55,24 Persen Produksi Beras Nasional
Jumat / 17-07-2026, 19:22 WIB
19 Adegan Anime yang Selalu Membuat Fans Hancur Hati Saat Menonton Ulang
Jumat / 17-07-2026, 19:22 WIB
20 Anime yang Mendefinisikan Ulang Anime Modern
Jumat / 17-07-2026, 19:21 WIB
19 Anime Wajib Tonton Jika Anda Suka The Apothecary Diaries
Jumat / 17-07-2026, 19:21 WIB
Minyak Esensial Wintergreen: Solusi Alami untuk Nyeri Artritis
Jumat / 17-07-2026, 19:21 WIB
Samsung Rilis Patch Keamanan Juli 2026 untuk Galaxy A56, A35, dan A25
Jumat / 17-07-2026, 19:21 WIB
Agar Wanginya Tahan Lama, Pakai Parfum Sebaiknya Berapa Kali Semprot?
Jumat / 17-07-2026, 19:21 WIB
Lightsaber Asli Luke Skywalker dari Star Wars Episode V Terjual Rp64 M
Jumat / 17-07-2026, 19:21 WIB
Cara Mengetahui Shio Berdasarkan Tahun Lahir, Mudah dan Praktis
Jumat / 17-07-2026, 19:21 WIB
4 Rekomendasi Pelembap Wajah Tidak Lengket, Kulit Kenyal dan Terhidrasi
Jumat / 17-07-2026, 19:21 WIB
Eksploitasi Call of Duty Black Ops di PS4/PS5 Ternyata Warisan dari PS3
Jumat / 17-07-2026, 19:14 WIB







