Israel Nyatakan Impian Jadi Sekutu Arab Saudi dengan Dukungan AS
Israel secara terbuka mengungkapkan keinginannya untuk menjalin hubungan damai dengan Arab Saudi.
Presiden Israel Isaac Herzog menyebut perdamaian dengan negara tersebut sebagai salah satu impian terbesarnya di Timur Tengah.
>>> Honda Umumkan Pemenang Kontes Layanan Honda Nasional 2026
Herzog mengaku sangat menghormati Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Ia berharap kedua negara bisa menjadi sekutu dan hubungan semakin dekat.
"Saya sangat menghormati Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Hal yang paling kami inginkan adalah melihat terjalinnya hubungan yang semakin dekat di antara kedua bangsa," ujar Herzog, Jumat (17/7/2026).
Ia juga menyatakan harapan untuk bertemu secara resmi dengan para pemimpin Arab Saudi. Pertemuan itu diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun hubungan diplomatik.
Menurut Herzog, perdamaian antara Israel dan Arab Saudi bisa diwujudkan melalui dialog langsung dengan dukungan Amerika Serikat. "Impian saya adalah melihat perdamaian antara Israel dan Arab Saudi.
Kedua negara seharusnya bernegosiasi secara langsung dengan dukungan Amerika Serikat," ucapnya.
>>> Realme UI Resmi Ditinggalkan, HP Realme Beralih ke ColorOS
Dampak Perang Gaza dan Harapan Dialog
Selain membahas hubungan bilateral, Herzog juga menyinggung dampak perang di Jalur Gaza. Ia mengaku prihatin atas banyaknya korban sipil yang jatuh selama konflik.
Herzog menilai kawasan saat ini masih memiliki peluang untuk membangun komunikasi lintas negara dan lintas agama. "Saya percaya kita sedang berada pada momen dialog antara Yerusalem dan Mekah.
Saya juga percaya ada kesempatan untuk membangun dialog di antara masyarakat dari berbagai agama di kawasan ini," ujarnya.
Sebelumnya, Arab Saudi sempat menjajaki pembicaraan normalisasi hubungan dengan Israel pada 2023. Namun, proses tersebut terhenti setelah pecahnya perang di Gaza.
Sejak saat itu, Arab Saudi berulang kali menegaskan tidak akan mengakui Israel sebelum adanya pengakuan terhadap negara Palestina.
Syarat tersebut masih bertentangan dengan sikap pemerintah Israel.
>>> Jim Parsons Akui Obsesi dan Tekanan Bikin Sengsara di Puncak Karier
Pernyataan Herzog menunjukkan Israel masih berharap pintu diplomasi dengan Arab Saudi terbuka. Amerika Serikat diharapkan menjadi mediator utama dalam proses normalisasi hubungan kedua negara.
Update Terbaru
Hasil Japan Open: Putri KW Hajar Pemain Nomor 2 Dunia dengan Skor 21-4
Jumat / 17-07-2026, 12:07 WIB
Hong Kong Geser Singapura Jadi Investor Terbesar RI Kuartal II 2026
Jumat / 17-07-2026, 12:07 WIB
3 Tablet 9,7 Inci Layar 120Hz Harga Rp1 Jutaan, Nyaman Digenggam
Jumat / 17-07-2026, 12:07 WIB
4 Stylus Pen Universal dengan Palm Rejection, Hanya Rp70 Ribuan
Jumat / 17-07-2026, 12:07 WIB
Samsung Luncurkan Kompor dan Microwave Baru dengan Fitur Air Fry Max
Jumat / 17-07-2026, 12:07 WIB
Seskab Teddy dan Mendikti Brian Bahas Kelanjutan Beasiswa Garuda
Jumat / 17-07-2026, 12:07 WIB
Pekerja Tokyo Diminta Pakai Celana Pendek ke Kantor Demi Hemat Listrik
Jumat / 17-07-2026, 12:03 WIB
Erling Haaland Akhirnya Terima Ajakan Dinner Tom Holland
Jumat / 17-07-2026, 12:03 WIB
UE Perintahkan Google Buka Fitur AI Android dan Bagikan Data Pencarian
Jumat / 17-07-2026, 12:03 WIB
Sebelum Pakai Cushion Harus Pakai Apa? Ini Urutannya agar Makeup Flawless dan Tahan Lama
Jumat / 17-07-2026, 12:03 WIB
6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
Jumat / 17-07-2026, 12:03 WIB
5 Parfum Aroma Bunga Fresh dan Murah di Indomaret untuk Wangi Sehari-hari
Jumat / 17-07-2026, 12:03 WIB
Mengintip Honda GL150: Penerus GL Pro Neotech? Harga Rp41 Juta
Jumat / 17-07-2026, 12:02 WIB
Trump Gunakan Jabatan untuk Rusak Kepercayaan pada Pemilu AS
Jumat / 17-07-2026, 11:58 WIB







