Pemerintah Metropolitan Tokyo secara resmi mendorong para pegawainya untuk mengenakan celana pendek ke kantor sebagai bagian dari upaya penghematan energi.

Kebijakan ini diumumkan Gubernur Yuriko Koike pada musim semi 2026 menyusul prospek pasokan listrik yang semakin menantang.

>>> UE Perintahkan Google Buka Fitur AI Android dan Bagikan Data Pencarian

Langkah ini merupakan pengembangan dari kampanye 'Cool Biz' yang sudah berjalan sejak 2005.

Saat itu, Koike yang menjabat sebagai menteri lingkungan hidup menginisiasi gerakan melepas dasi dan jaket selama musim panas.

Noboru Watanabe, seorang pejabat di Pemerintah Metropolitan Tokyo, menjadi salah satu yang pertama menerapkan aturan baru tersebut.

Ia mengaku awalnya merasa malu memperlihatkan kaki di kantor, namun kemudian menyadari kenyamanan celana pendek.

"Awalnya saya merasa sangat malu untuk memperlihatkan kaki saya di kantor. Namun, begitu Anda memakainya, Anda baru menyadari betapa jauh lebih nyaman celana ini," ujar Watanabe kepada AFP.

Ketika suhu di Tokyo mencapai 34 derajat Celcius pada Selasa lalu, setidaknya lima pegawai pria di kantor Watanabe ikut mengganti celana panjang mereka dengan celana pendek.

Meski begitu, Watanabe tetap mengenakan kemeja formal bila diperlukan.

Respons Publik dan Perdebatan

Gubernur Koike menegaskan bahwa pihaknya mendorong pakaian 'keren' yang memprioritaskan kenyamanan, termasuk kemeja polo, kaus polos, sepatu kets, dan celana pendek tergantung tanggung jawab pekerjaan.

>>> Sebelum Pakai Cushion Harus Pakai Apa? Ini Urutannya agar Makeup Flawless dan Tahan Lama

Kebijakan ini memicu rasa iri di kalangan pekerja swasta yang masih terikat aturan jas lengkap.

Takayuki Deguchi (30), karyawan perusahaan pemasaran swasta, menilai penggunaan celana pendek untuk mengatur suhu tubuh saat cuaca panas adalah pendekatan yang fleksibel dan logis.