Steve Lacy, musisi pemenang Grammy yang namanya melambung berkat hit 'Bad Habit', mengaku hidupnya tidak banyak berubah meski telah meraih kesuksesan besar.

Ia membeli rumah baru di Los Angeles, tetapi tidak memiliki teman-teman baru yang terkenal. Lacy merasa lebih dikenal namanya daripada wajahnya, dan itu justru menyenangkan baginya.

>>> Program Tari Salsa Kurangi Depresi dan Kecemasan pada Dewasa Muda

Dalam wawancara di London, Lacy mengaku telah menjalani hidup yang tidak biasa sejak remaja.

Ia mendapat nominasi Grammy pertamanya di usia 17 tahun sebagai bagian dari band The Internet.

Setahun kemudian, ia memproduseri lagu Kendrick Lamar 'Pride' menggunakan iPhone. Ponsel retak itu kini dipajang di Smithsonian National Museum of American History.

Perjalanan Menuju 'Oh Yeah?'

Album ketiga Lacy, 'Oh Yeah?' , memakan waktu empat tahun untuk diselesaikan.

Ia mengaku tidak sengaja memakan waktu selama itu, tetapi ia terus belajar tentang dirinya dan musik.

Lacy menggambarkan album ini sebagai karyanya yang paling matang dan paling engineered. Ia tidak mencoba meniru kesuksesan 'Bad Habit', tetapi ingin menyamakan energinya.

Album ini menampilkan kolaborasi dengan Erykah Badu dan Cecile Believe. Lacy juga mengaku liriknya kali ini lebih terbuka, termasuk mengungkapkan trauma masa kecil.

Dalam lagu 'Is It Cool?' , ia menyanyikan tentang kematian ayahnya saat ia berusia 10 tahun dan kebiasaannya berselingkuh.

Ini pertama kalinya ia berbicara tentang asal Filipina dan kematian ayahnya.

Lacy mengaku sering kali tanpa sengaja mengungkap kebenaran emosional yang menyakitkan melalui humor. Ia menyebut album ini penuh komedi tetapi juga membahas hal-hal mendalam.

>>> Redmi Pad 2 Tablet Harga 2 Jutaan: Mampuh Main Game?