Kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha kembali mencuat setelah seorang wali murid, W, membongkar praktik pengasuhan yang tidak manusiawi.

Kedua anaknya yang dititipkan sejak 2021 mengaku sering diikat, dikurung di ruang gelap, hingga dipaksa tidur di lantai.

>>> 4 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Pori-Pori Besar Sesuai Klaim Produknya

W menceritakan bahwa anak keduanya, yang dititipkan sejak usia 2 bulan hingga 5 tahun, sering diikat oleh pengasuh, baik di gedung utara maupun selatan.

Anak tersebut juga pernah dikurung sendirian di ruangan gelap tanpa alasan jelas.

"Belum lama ini, anak kedua cerita dia pernah dikurung di ruang gelap sendiri dan baru dikeluarkan ketika saya jemput," ujar W melalui pesan WhatsApp.

Pengakuan ini diperkuat oleh mantan pengasuh Little Aresha yang menghubungi W dan memberikan bukti foto anaknya saat diikat pada tahun 2022.

>>> Rekomendasi Manga dan Manhwa Juli 2026 dari Anime UK News

Trauma Anak Pertama Terungkap Setelah Konsultasi Psikolog

Anak pertama W mulai dititipkan di Little Aresha sejak usia 3 tahun pada 2021 hingga Maret 2026. Setelah lulus TK, ia mengikuti program after school di gedung selatan.

Setelah kasus terkuak, anak pertama baru berani bercerita setelah tiga kali konsultasi psikolog.

Ia mengaku melihat pemilik daycare, Diyah Kusumastuti, mengikat atau membedong anak-anak, serta melihat miss Anita ke gedung selatan saat Diyah tidak ada.

W mengaku anak pertamanya sering tantrum dan menangis saat dijemput, serta tidak mau lagi dititipkan di Little Aresha.

>>> Alasan Christopher Nolan Pilih Aksen Amerika di The Odyssey

Ia akhirnya berhenti per 1 Maret 2026.