Paris Hilton akhirnya mendapatkan kabar yang telah ia perjuangkan selama bertahun-tahun.

Pemerintah Utah resmi mencabut izin operasional Provo Canyon School, fasilitas rehabilitasi remaja yang dituding Hilton sebagai tempat ia mengalami kekerasan saat masih remaja.

>>> Microsoft PHK 4.800 Karyawan, Xbox Terdampak Paling Parah

Pemerintah menyatakan sekolah tersebut berulang kali melanggar standar kesehatan dan keselamatan.

Izin operasional dicabut efektif segera, layanan harus dihentikan paling lambat 6 Agustus, dan sekolah dilarang menerima siswa baru.

Bagi Hilton, keputusan itu menjadi kemenangan bagi para penyintas yang selama puluhan tahun berusaha menyuarakan pengalaman mereka.

Pengakuan Paris Hilton

"Selama lebih dari 50 tahun, anak-anak menceritakan kisah tentang kekerasan, penelantaran, dan trauma. Hari ini negara akhirnya mengakui bahwa Provo Canyon School telah gagal melindungi anak-anak," ujar Hilton.

"Aku adalah salah satu anak itu. Aku tahu rasanya berteriak meminta tolong tetapi merasa tak ada yang datang.

Hari ini akhirnya ada yang melindungi anak-anak yang masih berada di sana," tambahnya.

Hilton juga menyebut keputusan pemerintah membuktikan bahwa para penyintas selama ini mengatakan yang sebenarnya. "Anak kecil dalam diriku yang dulu tidak pernah dipercaya akhirnya merasa diakui.

Kami mengatakan yang sebenarnya sejak awal," akunya.

Hilton pertama kali mengungkap pengalamannya pada 2020 lewat dokumenter This Is Paris.

>>> Moge Listrik Honda WN7 Resmi Dijual, Harganya Rp300 Jutaan!

Ia mengaku dikirim orang tuanya ke Provo Canyon School saat remaja dan tinggal di sana selama 11 bulan.

Menurut Hilton, ia mengalami teriakan, penghinaan, penyiksaan mental, hingga serangan panik hampir setiap hari.

Ia juga mengaku pernah dikurung sendirian setelah dianggap ingin kabur, sementara semua upayanya menghubungi orang tua diawasi pihak sekolah.

Pada 2022, Hilton kembali membuat pengakuan dengan menuduh dirinya dipaksa menjalani pemeriksaan medis invasif oleh staf yang bukan tenaga medis.

Kini, ia meyakini pengalaman tersebut merupakan bentuk kekerasan seksual.

Pihak Provo Canyon School sebelumnya membantah tuduhan Hilton.

Mereka menyatakan tidak dapat mengomentari dugaan kejadian sebelum pergantian kepemilikan pada 2000 serta menegaskan tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan terhadap siswa.

Sejak mengungkap kisahnya, Hilton aktif memperjuangkan reformasi lembaga rehabilitasi remaja di Amerika Serikat.

>>> Penunggak Pajak Kendaraan Dilarang Beli BBM Subsidi di NTT, Ini Alasannya

Upayanya turut mendorong lahirnya Stop Institutional Child Abuse Act yang disahkan Senat AS pada akhir 2024.