Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengecam reaksi publik yang berlebihan terhadap komentar ofensif seorang petarung UFC tentang mantan Ibu Negara Michelle Obama.

Pernyataan itu disampaikan Vance dalam wawancara dengan podcast "The Joe Rogan Experience" yang dirilis pada Rabu, 15 Juli 2026.

>>> Sidang Ijazah Jokowi: Dokter Tifa Minta Barang Bukti, Tim Hukum Merah Putih Kritik

Vance menilai kemarahan nasional atas ucapan Josh Hokit di acara yang digelar di Gedung Putih pada Juni lalu sangat tidak proporsional.

Saat ditanya Rogan apakah ia lebih terkejut dengan kuncian yang ia saksikan di acara UFC pertamanya atau dengan komentar Hokit yang menyebut Michelle Obama sebagai pria, Vance menjawab, "Pasti bagian kuncian lengannya.

Saya bekerja di politik. Orang-orang mengatakan hal gila setiap saat."

Rogan menekankan bahwa konteks acara di Gedung Putih berbeda dan Hokit memang sengaja membangun persona seperti pegulat profesional.

"Dia petarung yang sangat bagus, tapi kadang itu tidak cukup untuk menarik perhatian. Yang dilakukan Josh adalah menciptakan persona seperti penjahat dalam gulat profesional," kata Rogan.

Rogan menambahkan bahwa mengatakan "Michelle Obama adalah pria" bukanlah hal terbaik yang diucapkan di Gedung Putih.

Vance setuju dengan penilaian itu, tetapi tetap menganggap skala respons publik tidak adil.

"Reaksi terhadapnya tetap tidak proporsional. Orang-orang kehilangan akal karena hal itu," ujar Vance.

Ia mengaku terkejut bahwa komentar tersebut menjadi berita nasional.

Vance menceritakan bagaimana tim komunikasinya khawatir ia akan ditanya tentang insiden itu saat tampil di acara "The View".

"Saya seperti, 'Apa? Seorang petarung yang bersemangat melontarkan lelucon setelah pertarungan?'

>>> PNS di Tokyo Kini Boleh Pakai Celana Pendek demi Hemat Energi