Dan itu menjadi berita nasional?" kata Vance.

Wakil Presiden juga merujuk pada komedian Tony Hinchcliffe yang mendapat kritik keras karena menyebut Puerto Rico sebagai "tumpukan sampah terapung" dalam kampanye Trump pada Oktober 2024.

"Dia melontarkan lelucon, dan respons orang adalah, 'Itu lelucon yang tidak lucu.' Dan respons saya adalah, 'Apa yang terjadi ketika seseorang mengatakan lelucon yang tidak lucu?

Saya tidak tertawa, lalu saya melanjutkan hidup.' Industri kemarahan ini, terutama marah karena humor, sebenarnya merugikan negara," tegas Vance.

Vance menjelaskan bahwa orang seharusnya bisa melewati komentar ofensif begitu saja.

"Hal terburuk yang bisa Anda katakan adalah, 'Oh, itu komentar ofensif,' dan Anda melanjutkan hidup. Orang yang benar-benar marah dan kehilangan akal, saya tidak mengerti itu," tambahnya.

Kontroversi bermula dari pidato kemenangan Hokit di acara UFC yang digelar di Gedung Putih sebagai bagian dari perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika.

"Dan yang terakhir, Michelle Obama adalah pria. Benar kan, Amerika?"

kata Hokit saat itu.

CEO UFC Dana White menyebut pernyataan itu tidak masuk akal, sementara Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung memuji performa atletik Hokit.

Akun X Partai Demokrat mengunggah foto Obama tersenyum dengan tulisan: "Michelle Obama tinggal gratis di kepala mereka."

>>> Dekopin Siap Kawal Agenda Prabowo Jadikan Koperasi Motor Ekonomi Rakyat

CNN telah menghubungi kantor mantan Ibu Negara untuk komentar tetapi belum mendapat respons.