Wakil Presiden AS Akui Kesalahan Komunikasi soal Berkas Epstein

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengakui bahwa pemerintahannya gagal mengelola komunikasi publik terkait pengungkapan berkas-berkas Jeffrey Epstein.
Pernyataan itu disampaikan Vance dalam wawancara podcast yang dirilis pada Rabu, seperti dilaporkan The Guardian.
>>> Harga Emas Hari Ini 16 Juli 2026: Antam, Pegadaian, dan Pergerakan Global
Departemen Kehakiman AS sebelumnya mendapat kritik luas dari kedua partai politik akibat penundaan berulang dalam merilis informasi tentang terpidana pelanggar seks tersebut.
Kongres akhirnya mengesahkan undang-undang yang mewajibkan badan federal untuk mengungkapkan kumpulan besar catatan yang terkait dengan penyelidikan Epstein.
Vance mencatat bahwa mantan Jaksa Agung Pam Bondi mengklaim daftar klien Epstein sudah tersedia di mejanya, yang kemudian memicu reaksi publik setelah ia membagikan map berisi informasi yang sebagian besar sudah publik.
"Saya kenal Pam. Saya suka Pam.
Saya tidak berpikir ada niat jahat," kata Vance.
>>> T-Mobile Berpotensi Kena Sanksi FCC Akibat Kenaikan Tarif
Wakil Presiden mengindikasikan bahwa Bondi dikritik publik karena pernyataannya, yang pada akhirnya merusak kepercayaan publik terhadap transparansi pemerintahan.
"Saya pikir Pam mencoba merespons momen politik. Saya pikir dia melebih-lebihkan apa yang kami miliki dan tidak miliki," ujar Vance.
Pemerintahan Trump menghadapi tekanan politik berkelanjutan terkait berkas Epstein selama masa jabatan keduanya, yang berujung pada rilis catatan panggilan, foto, dan kesaksian dewan juri yang banyak disunting pada Desember lalu.
"Kami benar-benar mengacaukan komunikasi soal berkas Epstein. Ya, kami lakukan," tegas Vance.
Pejabat pemerintah gagal memenuhi tenggat waktu pengungkapan penuh, sehingga pengawasan publik terhadap bagian tersembunyi dari berkas investigasi federal terus berlanjut.
>>> Doktif Sentil Klaim Richard Lee Pingsan di Sel: Tipu Daya, Kita sebagai Dokter Tertawa
"Tetapi apakah saya pikir alasan kami mengacaukan komunikasi adalah karena kami mencoba menyembunyikan sesuatu? Tidak," pungkas Vance.
Update Terbaru
Cara Ajukan KUR Mandiri 2026 Rp100 Juta Tenor 5 Tahun
Kamis / 16-07-2026, 08:21 WIB
Produser id Software: Industri Game Tak Akan Lahirkan WoW atau Morrowind Lagi
Kamis / 16-07-2026, 08:14 WIB
Headset Razer Kraken Kitty V3 Pro Termurah Sepanjang Sejarah, Diskon Rp 1,7 Juta
Kamis / 16-07-2026, 08:14 WIB
Greater Tunb, Pulau Strategis di Teluk Persia yang Jadi Target Serangan AS
Kamis / 16-07-2026, 08:14 WIB
Bellingham Keplak Pemain Argentina Usai Laga, Otamendi Turun Tangan
Kamis / 16-07-2026, 08:14 WIB
Ridwan Kamil Resmi Jadi Ayah Arkana Aidan Misbach, PA Bandung Ketok Palu
Kamis / 16-07-2026, 08:14 WIB
Ketajaman Prediksi Masamune Shirow dalam Ghost in the Shell
Kamis / 16-07-2026, 08:11 WIB
Tuchel Tak Menyesal Usai Inggris Kalah Dramatis dari Argentina
Kamis / 16-07-2026, 08:11 WIB
Purbaya: Outlook Stabil S&P Bukan Hadiah, Tapi Hasil Kerja Pemerintah
Kamis / 16-07-2026, 08:11 WIB
Dee Valladares Nominasi Tiga Penghuni Big Brother Season 28
Kamis / 16-07-2026, 08:08 WIB
Taylor Frankie Paul Hadapi Gugatan DCFS Utah soal Perlindungan Anak
Kamis / 16-07-2026, 08:07 WIB
Lautaro Martinez: Saya Sudah Bilang ke Alexis, Akan Cetak Gol
Kamis / 16-07-2026, 08:07 WIB
Wacana SPP Kembali Diberlakukan di SMA/SMK Negeri Jabar Mengemuka
Kamis / 16-07-2026, 08:07 WIB
China Tanam Chip Otak Komersial Pertama di Dunia, Ungguli Neuralink
Kamis / 16-07-2026, 08:07 WIB







