T-Mobile berpotensi menghadapi masalah dengan Komisi Komunikasi Federal (FCC) setelah seorang pelanggan melaporkan kenaikan tarif yang dinilai melanggar janji perusahaan.

Bulan lalu, T-Mobile mengumumkan akan menghentikan paket lama dan memindahkan pelanggan ke paket baru yang lebih mahal.

>>> Doktif Sentil Klaim Richard Lee Pingsan di Sel: Tipu Daya, Kita sebagai Dokter Tertawa

Langkah ini memicu kemarahan, terutama karena T-Mobile sebelumnya berulang kali menjamin tarif tetap.

Keluhan Pelanggan ke FCC

Seorang pelanggan bernama Alex Gerwer tidak hanya mengajukan keluhan ke FCC, tetapi juga melibatkan departemen hukum T-Mobile dan Jaksa Agung California.

Ia bahkan berkoordinasi dengan pengacara yang menangani kasus Oddo v. T-Mobile.

T-Mobile pernah menawarkan promosi yang menjamin tidak ada perubahan harga selama sepuluh tahun. Inisiatif Un-carrier bernama Un-contract dan Price Lock adalah contohnya.

>>> Sarwendah Siap Bertarung Habis-habisan demi Hak Asuh Anak

Namun, kini T-Mobile justru menaikkan harga.

Alternatif bagi Pelanggan

Meski kenaikan tidak disambut baik, harga T-Mobile masih kompetitif dibandingkan pesaing.

Namun, pelanggan yang ingin beralih bisa mempertimbangkan MVNO seperti Mint Mobile yang menawarkan paket unlimited seharga $15 per bulan.

Setelah masa promosi, paket tersebut naik menjadi $30 per bulan. Meski tidak memiliki semua keistimewaan T-Mobile, layanan inti tetap tersedia.

>>> Munich Berlakukan Pembatasan Air, Pelanggar Denda Rp1 Miliar

Kasus ini menjadi ujian bagi T-Mobile. FCC sebelumnya telah menjatuhkan denda besar, sehingga perkembangan kasus ini patut dinantikan.