Munich Berlakukan Pembatasan Air, Pelanggar Denda Rp1 Miliar
Pemerintah Kota Munich, Jerman, memberlakukan pembatasan ketat penggunaan air menyusul lonjakan konsumsi harian di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
Kebijakan darurat tersebut mulai berlaku pada Selasa (14/7) hingga 1 Agustus 2026 dan dapat diperpanjang apabila kondisi pasokan air belum membaik.
>>> Kejagung Ungkap Keberadaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah yang Ditetapkan Tersangka
Wali Kota Munich Dominik Krause mengatakan konsumsi air masyarakat meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir sehingga diperlukan langkah penghematan wajib untuk menjaga ketersediaan pasokan.
"Konsumsi air telah meningkat secara signifikan lagi dalam beberapa hari terakhir," kata Krause dalam pernyataan resminya.
Menurut Krause, musim dingin dan musim semi yang sangat kering telah memberikan tekanan besar terhadap sumber daya air di Munich.
Pemerintah kota bersama perusahaan penyedia air Stadtwerke Munchen serta dinas iklim dan lingkungan sepakat menerapkan serangkaian pembatasan penggunaan air.
Data Pemerintah Kota Munich menunjukkan konsumsi air saat ini telah melampaui 360 juta liter per hari.
Angka tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan rata-rata normal yang berada di kisaran 300 juta liter per hari.
Meski prakiraan cuaca memperkirakan hujan dan badai petir akan terjadi dalam beberapa hari mendatang, pemerintah menilai curah hujan tersebut belum cukup untuk mengatasi dampak kekeringan yang telah berlangsung selama beberapa bulan.
Larangan Penggunaan Air
Dalam aturan baru tersebut, warga dilarang mengisi maupun menggunakan kolam renang pribadi.
Larangan serupa juga berlaku bagi air mancur pribadi, area bermain air, dan fasilitas sejenis yang menggunakan air bersih.
>>> 7 Gaya Terbaik WAGs Piala Dunia 2026: Intip Modisnya Pasangan Kane & Haaland
Pemerintah juga menghentikan sementara penyiraman rumput serta ruang terbuka hijau untuk kebutuhan pribadi maupun nonkomersial. Pengecualian hanya diberikan bagi lapangan olahraga.
Update Terbaru
Cara Ajukan KUR Mandiri 2026 Rp100 Juta Tenor 5 Tahun
Kamis / 16-07-2026, 08:21 WIB
Produser id Software: Industri Game Tak Akan Lahirkan WoW atau Morrowind Lagi
Kamis / 16-07-2026, 08:14 WIB
Headset Razer Kraken Kitty V3 Pro Termurah Sepanjang Sejarah, Diskon Rp 1,7 Juta
Kamis / 16-07-2026, 08:14 WIB
Greater Tunb, Pulau Strategis di Teluk Persia yang Jadi Target Serangan AS
Kamis / 16-07-2026, 08:14 WIB
Bellingham Keplak Pemain Argentina Usai Laga, Otamendi Turun Tangan
Kamis / 16-07-2026, 08:14 WIB
Ridwan Kamil Resmi Jadi Ayah Arkana Aidan Misbach, PA Bandung Ketok Palu
Kamis / 16-07-2026, 08:14 WIB
Ketajaman Prediksi Masamune Shirow dalam Ghost in the Shell
Kamis / 16-07-2026, 08:11 WIB
Tuchel Tak Menyesal Usai Inggris Kalah Dramatis dari Argentina
Kamis / 16-07-2026, 08:11 WIB
Purbaya: Outlook Stabil S&P Bukan Hadiah, Tapi Hasil Kerja Pemerintah
Kamis / 16-07-2026, 08:11 WIB
Dee Valladares Nominasi Tiga Penghuni Big Brother Season 28
Kamis / 16-07-2026, 08:08 WIB
Taylor Frankie Paul Hadapi Gugatan DCFS Utah soal Perlindungan Anak
Kamis / 16-07-2026, 08:07 WIB
Lautaro Martinez: Saya Sudah Bilang ke Alexis, Akan Cetak Gol
Kamis / 16-07-2026, 08:07 WIB
Wacana SPP Kembali Diberlakukan di SMA/SMK Negeri Jabar Mengemuka
Kamis / 16-07-2026, 08:07 WIB
China Tanam Chip Otak Komersial Pertama di Dunia, Ungguli Neuralink
Kamis / 16-07-2026, 08:07 WIB







