China mencatat sejarah baru dalam neuroteknologi dengan sukses melakukan operasi komersial tanam chip otak pertama di dunia.

Prosedur ini menggunakan perangkat brain-computer interface (BCI) invasif yang telah mendapatkan izin resmi pada Maret lalu.

>>> Argentina Lolos ke Final Piala Dunia 2026, Kutukan Ranking 1 FIFA Terhindarkan

Langkah ini menandai kemajuan signifikan bagi China dalam persaingan global di bidang BCI, menyaingi Neuralink milik Elon Musk yang masih dalam tahap uji klinis.

Operasi Perdana di Rumah Sakit Huashan

Tim dokter bedah menanamkan chip otak berukuran sebesar koin pada seorang pasien yang mengalami gangguan mobilitas tangan akibat cedera tulang belakang.

Kecelakaan mobil yang dialami pasien terjadi 10 tahun lalu.

Operasi berlangsung pada Senin (13/7) di Rumah Sakit Huashan, Shanghai.

Menurut Komisi Sains dan Teknologi Pemerintah Kota Shanghai, prosedur ini berhasil menangkap sinyal otak epidural yang stabil dan berkualitas tinggi.

Saat ini pasien dalam masa pemulihan dengan tanda-tanda vital yang stabil, seperti dilaporkan South China Morning Post.

Chip NEO: Produk Komersial Pertama

Chip otak bernama NEO ini dikembangkan oleh startup lokal, Neuracle Medical Technology. Tujuannya adalah membantu memulihkan pergerakan tangan pada pasien lumpuh.

Mekanisme kerja NEO adalah dengan menempatkan alat di permukaan luar otak tanpa menembus jaringan saraf. Alat ini membaca sinyal otak dan menerjemahkannya menjadi gerakan tangan.

NEO menjadi perangkat BCI pertama di dunia yang dipasarkan secara resmi setelah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan China (NMPA) pada 13 Maret.

Izin ini membuat NEO tersedia sebagai produk komersial medis, bukan lagi sekadar uji klinis.

>>> 5 Cara Anak Cepat Beradaptasi di Sekolah, Orang Tua Bisa Bantu