Indiana Fever mencatatkan diri sebagai tim dengan serangan paling mematikan di WNBA hingga 15 Juli 2026.

Lonjakan efisiensi tembakan jarak jauh dari forward Aliyah Boston dan guard Sophie Cunningham menjadi motor utama kebangkitan tim.

>>> Pemerintah AS Ganti Panel Perbudakan di Situs Presiden Philadelphia

Berdasarkan data Sports Illustrated dan Athlon Sports, Indiana memimpin liga dalam rata-rata poin per pertandingan (93,5) dan rating ofensif (113,5 poin per 100 penguasaan bola).

Boston mencatatkan rata-rata tertinggi dalam kariernya: 17,3 poin, 8,8 rebound, 2,8 asis, 1,1 steal, dan 1,3 blok per laga dengan akurasi tembakan 51,8%.

Boston mengubah permainannya dengan mencoba hampir tiga kali tembakan tiga angka per pertandingan pada 2026. Sebelumnya, ia rata-rata kurang dari satu percobaan per laga dalam tiga musim pertamanya.

Kini, ia mengonversi 1,3 tripoin per laga dengan akurasi 45,8%, naik drastis dari 20,7% pada 2025.

>>> Selandia Baru Konfirmasi Kasus Pertama Flu Burung H5N1 pada Burung Laut

Duo Penembak Efisien

Fever menyoroti performa Boston dan Cunningham melalui unggahan resmi di media sosial. "Dua penembak paling efisien di liga," tulis Fever di Instagram.

"Aliyah Boston dan Sophie Cunningham berada di lima besar persentase tembakan tiga angka musim ini."

Cunningham menempati peringkat kelima WNBA dengan akurasi 42,9% dari luar busur, dengan rata-rata lebih dari empat percobaan per laga.

Spasi perimeter yang diciptakan keduanya memberi ruang bagi guard All-Star Kelsey Mitchell (39,7% akurasi dari enam+ percobaan per laga) dan Caitlin Clark, yang menempati peringkat ketiga dalam total tripoin yang dibuat.

>>> R Kelly Ajukan Banding ke Trump untuk Pengurangan Hukuman

Setelah rentetan ofensif ini, Indiana mencatat rekor 14-9 dan menempati posisi kelima klasemen liga.