Dalam dunia Jujutsu Kaisen, nama Mahoraga dikenal sebagai shikigami paling kuat dari Teknik Sepuluh Bayangan. Sepanjang sejarah, tidak ada satu pun penyihir yang berhasil menjinakkannya.

Kemunculan Mahoraga selalu mengubah dinamika pertarungan secara drastis. Tidak ada strategi yang bisa diandalkan lebih dari satu kali saat menghadapi makhluk ini.

>>> Wakil Presiden AS Ungkap Perpecahan Internal Iran Picu Konflik dengan Amerika

Siapa Itu Mahoraga?

Nama lengkap Mahoraga adalah Eight-Handled Sword Divergent Sila Divine General Mahoraga, atau dalam bahasa Jepang dibaca Yatsuka-no-Tsurugi Ikaishinshō Makora.

Nama ini mencerminkan statusnya sebagai Jenderal Ilahi tertinggi dalam hierarki Teknik Sepuluh Bayangan.

Secara visual, Mahoraga adalah makhluk raksasa humanoid dengan tinggi jauh melampaui manusia biasa.

Wajahnya ditutupi beberapa topeng dengan ekspresi berbeda, dan tubuhnya dililit ular besar dari bawah ke atas.

Mahoraga adalah satu-satunya shikigami dalam Teknik Sepuluh Bayangan yang kekuatannya melampaui semua shikigami lain. Tidak ada anggota klan Zenin sepanjang sejarah yang berhasil menyelesaikan ritual penjinakannya.

Fakta Menarik Mahoraga

Kemampuan paling ikonik Mahoraga adalah adaptasi tanpa batas melalui roda Dharma di punggungnya. Setiap kali terkena serangan dan bertahan hidup, roda tersebut berputar menandakan proses analisis.

Kemampuan ini tidak terbatas pada serangan yang persis sama, tetapi mencakup seluruh kategori teknik.

>>> Roy Suryo Sebut Skenario Probanda Cara Jahat Pecah Belah dengan Dokter Tifa

Misalnya, ketika Mahoraga mengadaptasi satu tebasan dari Sukuna, seluruh teknik tebasan Sukuna menjadi tidak efektif.

Mahoraga juga dipersenjatai dengan Sword of Extermination, pedang yang mampu memusnahkan roh kutukan dalam satu tebasan. Pedang ini menggunakan energi positif yang sulit dikuasai.

Bahkan Sukuna mengakui bahwa jika dia menghadapi Mahoraga dalam wujud roh kutukan murni, tebasan pedang ini cukup untuk mengakhirinya.